KANALNEWS.co, Makasar- Pasca membubarkan pemain setelah dihentikannya kompetisi sepak bola Indonesia, sejumlah pemain PSM Makasar tidak lagi berdiam di mess melainkan di rumah masih-masing. Bahkan ada pemain asing yang harus mengontrak untuk tetap tinggal di Makassar.

Adalah Boman Aimen, pemain asing yang dimiliki PSM Makasar. Kini pemai asal Pantai Gading itu yang memperkuat Juku Eja itu tidak cukup lagi untuk membiayai kehidupan sehari-hari dan parahnya listrik kontrakan yang ditempatinya pun harus dibayarkan pemilik tim amatir tempat Boman bernaung sekarang.

‪”Dia tinggal di jalan Daeng Tata. Listriknya sudah beberapa kali saya bayarkan karena tidak punya uang, pulsa juga sudah tidak punya,” ujar pemilik tim Matindo FC Soefian Abdullah, Rabu (10/6/2015).

Soefian yang menjadi penghubung Boman dengan media menjelaskan, saat ini Boman tidak ingin bertemu dengan jurnalis karena dia tidak mau kesulitannya di Makassar terlalu diekspose dan beberapa waktu terakhir Bouman nampak pusing dengan keadaanya selama tinggal di Makassar.‬

“Dia bilang, saya harus bagaimana?, PSM sudah tidak perlakukan saya dengan profesional, ibu saya sakit di negara asal saya,” katanya sembari menirukan kalimat yang diucapkan Bouman.‬

Ia juga mengaku telah berkomunikasi dengan pihak PSM. Dari obrolan mereka,  pihak manajemen PSM menyebut akan segera mengurus administrasi Bouman termasuk ancaman deportasi dari imigrasi.‬

‪”Katanya akan langsung di urus langsung ke Imigrasi pusat, saya tidak perlu sebut nama manajemenya,” jelas dia.‬ (Herwan)