Foto ist

Kanalnews.co, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pengumuman penting terkait ketahanan pangan nasional dalam agenda panen raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1). Momentum ini menandai keberhasilan Indonesia keluar dari ketergantungan impor beras dan mencapai swasembada beras pada 2025.

Pemerintah menyebut capaian tersebut sebagai tonggak bersejarah, lantaran untuk pertama kalinya Indonesia mampu menghentikan impor beras sepenuhnya. Presiden Prabowo akan menyampaikan langsung pencapaian itu di hadapan publik.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, pengumuman tersebut merupakan penegasan atas hasil kerja pemerintah selama setahun terakhir. Ia menyebut, Indonesia memang belum sepenuhnya swasembada pangan, namun telah berhasil mandiri pada komoditas karbohidrat utama, yakni beras.

“Yang diumumkan adalah keberhasilan kita mencapai swasembada beras. Pangan itu luas, tapi untuk tahap ini kita sudah tidak impor beras lagi sejak 2025,” ujar Prasetyo usai mengikuti retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1).

Dalam retret tersebut, Prabowo juga memberikan arahan lanjutan agar kementerian terkait segera mempercepat kemandirian pangan di sektor lain. Fokus berikutnya meliputi jagung, bawang, hingga pemenuhan kebutuhan protein nasional.
Khusus sektor kelautan dan perikanan, Presiden menaruh perhatian besar pada percepatan pembangunan kampung nelayan.

Pemerintah pun telah menyepakati pembangunan sekitar 1.582 kapal penangkap ikan untuk memperkuat produksi protein dari laut.

Selain itu, Prabowo mendorong pengembangan budidaya ikan air tawar secara masif. Hasil produksi tersebut nantinya akan diserap Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang membutuhkan pasokan protein dalam jumlah sangat besar.

Kebutuhan telur menjadi salah satu perhatian utama, mengingat jumlah penerima MBG diproyeksikan mencapai 82 juta orang pada Mei mendatang.

“Jadi selain kita swasembada pangan, karbohidrat, kita (ingin) juga protein, termasuk kebutuhan telur,” katanya. (ads)