Jakarta –  Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia (PP MPI) dipimpin Ketua Umum Marsda TNI Purwoko Aji Prabowo dan Dewan Pembina Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia (PP MPI) Letjen TNI Iwan Setiawan, menggelar acara pelepasan dan doa bersama untuk mendukung atlet terbaik Modern Pentathlon Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang.  Acara ini digelar di Ruang Leo Wattimena, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Kelima atlet MPI yang akan tampil di Asian Games 2026 adalah M. Ihsan, Samuel Matulawa, Sri Wahyuni, Caroline Bangun (peraih perak SEA Games), serta Inaya Vera Febrianti (peraih perunggu SEA Games). Kelima atlet terbaik MPI ini berasal dari kalangan sipil, TNI Angakatan Darat, Laut dan Udara.

“Para atlet akan bertolak ke Jepang secara bergelombang mulai 15 dan 16 September, tinggal menghitung hari. Kami berharap mereka bisa tampil optimal, menjaga fokus, dan memberikan hasil terbaik demi mengharumkan nama bangsa,” ujar Ketua Umum PP MPI, Marsda TNI Purwoko Aji Prabowo seraya berharap agar para atlet dapat segera beradaptasi dengan iklim dan lingkungan di Jepang.

Acara pelapasan ini juga dihadiri jajaran pengurus MPI dan undangan diantaranya Sekjen PPI Ridwan Gultom, Laksdya TNI Ahmad Wibisono, Marsda TNI Wayan S dan Laksdya TNI Heri Putranto.

Pada kesempatan ini, Dewan Pembina PP MPI Letjen TNI Iwan Setiawan memberikan motivasi mendalam berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai atlet dan mantan pendaki Mount Everest pada tahun 1996. Ia menegaskan pentingnya militansi, kerja keras, dan kedisiplinan tinggi.

“Dahulu banyak yang meragukan kita dari negara tropis bisa menaklukkan Gunung Everest dengan suhu ekstrem minus 50 derajat. Namun dengan kerja keras, fokus, dan izin Allah, kita bisa membuktikannya. Bangsa kita adalah bangsa yang militan, tidak ada yang tidak bisa kita capai jika kita bersungguh-sungguh,” tegas Letjen TNI Iwan Setiawan.

Iwan Setiawan juga berpesan agar para atlet memanfaatkan jeda waktu sebelum bertanding untuk proses aklimatisasi udara di Nagoya serta menjaga kebugaran fisik dan asupan nutrisi secara disiplin.

“Jaga makan, jangan coba-coba mengonsumsi makanan yang belum dikenal agar terhindar dari gangguan kesehatan seperti diare. Fokus dan manfaatkan setiap malam untuk berdoa. Ini adalah sebuah kehormatan, dan kami berdoa agar kalian pulang membawa medali serta mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi,” tegas Iwan.