KANALNEWS.co – Jakarta, Keinginan beberapa pengurus provinsi Ikatan Sepeda Sport Indonesia (Pengprov ISSI) untuk menghelat musyawarah nasional luar biasa (munaslub) di  Surabaya Jawa Timur bertepuk sebelah tangan dan dipastikan keinginan tersebut batal.

Ketua Umum Penguru Besar ISSI Edmound JT Simorangkir yang ditemani oleh Sekretaris Jenderal PB ISSI Sofyan Ruzlan mengatakan, sejak semula agenda Munaslub yang dituntut oleh 18 Pengprov ISSI tidak sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ISSI.

“Rencana Munaslub ISSI kami pastikan batal,” ujar Edmound di kantor KONI Jakarta, Jumat (8/3/2013).

Selain tidak sesuai dengan AD/ART, dari 18 Pengprov yang akan menggelar Munaslub, sebanyak 3 Pengprov menarik diri dan menyebabkan suara  tidak qourum atau mencukupi untuk melanjutkan Munaslub.

“Tiga daerah yang menarik diri itu adalah Papua, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Barat,” tegasnya.

Edmound mengharapkan, permasalahan di tubuh PB ISSI bisa diselesaikan dengan baik melalui mekanisme internal PB ISSI. Dia mengatakan PB ISSI, saat ini, sedang giat untuk memajukan olahraga sepeda di tanah air.

“PB ISSI punya komitmen yang kuat terhadap kemajuan balap sepeda. Buktinya, kita, saat ini, sedang menggarap Program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) SEA Games yang akan beruji coba ke Kejuaraan Asia di New Delhi, India. Kita pada 2014 juga akan menyelenggarakan Kejuaraan Asia BMX di Siak, Riau dan Kejuaraan Mountain Bike di Lubuk Linggau,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman masih menganggap konflik di Pengurus Besar (PB) ISSI bagian dari dinamika organisasi.

’’Selama ini saya lihat belum melenceng dari AD/ART. Masih dalam batas kewajaran. Belum perlu lah untuk dilakukan munaslub selama pelanggaran AD/ART tidak terlalu berat,” kata Tono saat ditemui di kantor KONI Pusat Jakarta beberapa waktu lalu.

Tono mengakui, kepemimpinan Edmound memang sedang dalam masalah. Namun, itu tidak sampai harus mengganti yang bersangkutan. Pengurus ISSI di daerah, kata dia, harus memberi kesempatan bagi Edmound.

’’Kalau kesalahannya itu sampai korupsi, itu baru bisa. Memang banyak program tidak jalan, tapi kepemimpinan dia kan memang belum lama. Masih ada kesempatan,” katanya.

Mantan Asisten Operasi Panglima TNI itu tidak ingin ISSI seperti PSSI yang kisruh tak berkesudahan.

Tono juga berharap semua pihak menghormati kepemimpinan pejabat saat ini. Menurutnya, Munas tetap bisa digelar tapi tidak dengan agenda penggantian ketua umum.

’’Munaslub silakan dihelat untuk menata organisasi lagi, membuat rekomendasi. Tidak harus ganti pemimpin,” tandas purnawirawan bintang dua tersebut.

 

Editor : Herwan Pebriansyah