KANALNEWS.co, Jakarta – Pameran Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Indonesia yang dirangkum dalam satu acara, yakni Indo Defence 2012 sudah digelar sejak Rabu (7/11) di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta hingga Sabtu (10/11) mendatang.
Pemeran itu menampilkan sejumlah Alutsista yang dimiliki Indonesia, seperti Kendaraan Taktis (Rantis) 4×4 dilengkapi dengan rudal Mistral dan Tipe APC. Selanjutnya, kendaraan berat seperti Avirbas dengan Rocket Launcher MLRS yang memiliki 4 hulu peluncur di bagian belakangnya dan Nexter yang memiliki altileri besar di belakangnya.
Salah satu produsen dalam negeri, PT Pindad, memajang beberapa produknya, salah satunya panser 4×4. Panser ini punya empat varian, yakni Logistic Type, Ranrik Type, Ambulance Type, dan Recovery Type. Selain Panser 4×4, Pindad juga memajang Truk Peluncur Roket PRM-861. Sayang, Pindad tak menyertakan Panser Anoa. Padahal Panser Anoa adalah salah satu produk Pindad yang paling banyak diminati negara luar, dan banyak pengunjung pameran yang ingin melihatnya.
Untuk Light Battle Tank, dipamerkan APC Amphibi yang mampu melintasi sungai dengan dilengkapi tiga persenjataan di atasnya serta Infantry Fighting Vehicle (IFV) Marder 1A3 dari Jerman. Dan yang selama ini ditunggu-tunggu dan menjadi perdepatan adalah hadirnya Main Battle Tank (MBT) Leopard RI buatan Jerman yang terparkir kokoh di halaman pameran. Leopard pun menjadi tujuan utama para pengunjung yang mayoritas TNI dan sejumlah prajurit dari luar negeri.
Mereka tampak antusias melihat-lihat alutsista dari berbagai negara, baik dalam negeri maupun luar negeri. Tak sedikit pula mereka berpose di depan tank yang sekelas dengan M1 Abrams buatan Amerika Serikat, Merkava buatan Israel dan Chalengger buatan Inggris.
Dalam pameran ini, pemerintah Indonesia dan Rheinmetall sebagai produsen Leopard juga telah menandatangani nota kesepakatan (MoU) pembelian Leopard. “Nota kesepakatan implementasi kontrak yang selama ini telah kita sepakati. Tinggal proses produksi dan pembiayaan dari pengadaan itu,” kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di lokasi acara.
Jumlah pembelian Leopard yang disepakati sebanyak 100 unit, termasuk pembelian tank kelas menengah Marder sebanyak 50 unit, serta tank pendukung sebanyak 7 unit. Untuk jenis Leopard yang didatangkan adalah Leopard 2A4 dan Leopard Revolution yang merupakan jenis modifikasi dari Rheinmetall dan keseluruhannya dibeli dengan harga 280 juta dollar Amerika yang diambil dari pinjaman dalam negeri.
Semua tank yakinnya dalam kondisi siap pakai dan akan tiba secara bertahap mulai dari 2012, 2013, hingga semester pertama 2014. “Semua siap pakai. Tak akan ada lagi proses upgrade,” ujarnya.
Leopard Revolution berdasarkan literatur pertahanan, memiliki laras lebih pendek sekitar 1,3 meter dari Leopard jenis terbaru 2A6, namun dapat dimodifikasi hingga menyerupai Leopard 2A6. Untuk pemeliharaan Leopard, Sjafrie memastikan PT Pindad sebagai ujung tombaknya
Tank jenis lain yang dipajang adalah Tank Ampibi APC dan Tank Ampibi BMP-3F. Tank milik TNI Angkatan Laut RI ini sudah pernah digunakan di beberapa negara seperti Azerbaijan, Aljazair, Sipris, Kuwait, Uni Emirat Arab, Rusia, Suriah, Ukraina, dan Korea Selatan. Ranoe Nirawan









































