Foto ist

 

Kanalnews.co, JAKARTA- Sesosok jenazah tanpa identitas ditemukan di pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Polisi kini tengah menjalani autopsi dan pemeriksaan DNA untuk mengetahui apakah berkaitan dengan 8 orang yang hilang di selat sunda.

Jenazah tersebut ditemukan di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, pada Sabtu (12/9). Temuan ini kemudian mendapat perhatian serius karena bertepatan dengan masih berlangsungnya pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak saat melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto mengatakan tim Biddokkes Polda Bengkulu melakukan autopsi untuk mengungkap identitas sekaligus penyebab kematian.

“Hari ini sedang dilakukan autopsi terhadap jenazah yang ditemukan tanpa identitas di Pulau Enggano,” ujar Imam di Kota Bengkulu, Senin.

Selain autopsi, sampel DNA jenazah juga telah diambil. Polda Bengkulu berkoordinasi dengan Polda Lampung dan Polda Banten untuk mencocokkan hasil pemeriksaan tersebut dengan sampel DNA keluarga rombongan yang hingga kini belum ditemukan.

Meski demikian, polisi belum berani memastikan jenazah tersebut merupakan salah satu dari delapan orang yang hilang.

“Kami belum bisa memastikan,” kata Imam.

Dugaan keterkaitan tersebut masih menjadi tanda tanya besar. Terlebih, berdasarkan pemeriksaan awal, jenazah yang ditemukan disebut bukan warga setempat Pulau Enggano.

Jenazah sebelumnya diterbangkan dari Enggano menuju Kota Bengkulu menggunakan pesawat Susi Air pada Senin pagi. Pesawat berangkat dari Bandara Enggano menuju Bandara Fatmawati Soekarno pada pukul 07.58 WIB dengan membawa jenazah dan didampingi dua petugas kepolisian.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengungkapkan proses pencocokan DNA tengah dilakukan. Sampel pembanding telah diperoleh dari keluarga para korban yang masih dinyatakan hilang.

“Kita menunggu pencocokan DNA yang sudah diambil dari keluarga teman-teman yang hilang kontak,” kata Maruli di Pandeglang, Senin (14/9).

Hasil pemeriksaan DNA nantinya menjadi penentu penting untuk menjawab teka-teki tersebut. Jika memiliki kecocokan, temuan di Pulau Enggano dapat menjadi petunjuk besar dalam mengungkap nasib rombongan yang hilang. Namun jika tidak cocok, pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru tersebut tetap berlanjut.

Sebelumnya, delapan orang tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menumpangi kapal cepat untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Namun, komunikasi dengan rombongan tiba-tiba terputus. Sejak saat itu, tim SAR gabungan terus menyisir kawasan perairan Selat Sunda untuk menemukan keberadaan mereka. (ads)