Foto tangkapan layar

Kanalnews.co, JAKARTA- Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia yang tetap bertahan dalam keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bukan tanpa alasan. Ia menekankan langkah tersebut merupakan strategi diplomatik untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara (two-state solution).

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg sebagaimana dikutip Badan Komunikasi Pemerintah, Senin (16/3). Dalam kesempatan itu, Prabowo menilai keberadaan Indonesia di dalam forum internasional tersebut justru memberi ruang pengaruh yang lebih besar.

“Jika kami berada di dalamnya, kami masih bisa memengaruhi arah kebijakan dan mendorong solusi jangka panjang. Bagi kami, tujuan akhirnya jelas: Palestina merdeka melalui solusi dua negara,” tegas Prabowo.

Namun, di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza untuk sementara ditunda. Pemerintah juga memutuskan menangguhkan berbagai pembahasan terkait BoP sambil mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut.

Di sisi lain, Prabowo kembali menegaskan garis tegas politik luar negeri Indonesia yang tidak akan terseret dalam blok kekuatan militer mana pun. Ia memastikan Indonesia tetap konsisten menjalankan prinsip bebas aktif serta mengedepankan kemandirian dalam menentukan sikap global.

“Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun. Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri,” ujarnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya memperkuat pertahanan nasional sebagai langkah strategis menjaga kedaulatan. Meski demikian, ia memastikan postur militer Indonesia tetap bersifat defensif, sembari terus menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga dan mitra internasional. (pht)