
Kanalnews.co, JAKARTA – Persaingan menuju puncak klasemen Super League 2026/27 mulai memanas. Persija Jakarta yang sebelumnya nyaman di singgasana kini mendapat ancaman serius dari rival abadinya, Persib Bandung.
Situasi ini terjadi setelah hasil mengejutkan pada pekan kedelapan. Persija harus menelan kekalahan dari Dewa United, sementara Persib justru tampil perkasa dengan menaklukkan Isenmulang Kalteng FC.
Hasil berbeda tersebut membuat persaingan kedua tim semakin ketat. Persija memang masih bertahan di puncak klasemen dengan koleksi 18 poin. Namun, Persib yang berada di posisi kelima kini hanya terpaut dua angka dengan raihan 16 poin.
Kondisi ini menjadi sinyal bahaya bagi Macan Kemayoran. Sebab, Persib mulai menemukan momentum untuk merangsek ke papan atas sekaligus mengancam posisi rivalnya.
Meski demikian, Persib tidak ingin terlena dengan kondisi yang dialami para pesaing. Asisten pelatih Maung Bandung Zlatko Runje menegaskan bahwa fokus utama timnya adalah memperbaiki performa sendiri dan terus mengumpulkan poin.
“Ya. Jadi kita semua melihat lawan, tim lawan dan segalanya, tapi bagi saya itu selalu akan selalu seperti kita melihat diri kami sendiri, kami melihat bagaimana kami bisa berkembang, bagaimana kami mengumpulkan poin,” ujar Zlatko Runje.
Runje menyadari perjalanan menuju gelar juara masih sangat panjang. Persib tidak bisa hanya mengandalkan kemenangan dalam beberapa pertandingan, tetapi harus menjaga konsistensi hingga kompetisi berakhir.
Ia bahkan mengibaratkan perburuan gelar musim ini seperti lari maraton, bukan sprint. Artinya, setiap tim berpeluang kehilangan maupun mendapatkan poin dalam perjalanan kompetisi.
“Karena ini bukan sprint, ini adalah maraton. Akan ada banyak pertandingan di mana kami meraih dan kehilangan poin. Tapi kami tentunya ingin memberikan tekanan kepada tim yang ada di atas kami, karena ini adalah tujuannya, di sinilah kami ingin berada. Kami ingin berada di puncak,” tegasnya.
Runje juga menyebut perkembangan Persib dalam tiga tahun terakhir menjadi modal penting untuk kembali bersaing dalam perebutan gelar.
Namun, menurutnya, merebut posisi pertama bukanlah pekerjaan paling sulit. Tantangan sesungguhnya justru mempertahankan posisi tersebut hingga akhir musim.
“Tiga tahun terakhir klub ini berkembang dalam hal ini. Dan musim ini kita ingin mendesak. Kami ingin menekan posisi pertama, jadi untuk bisa sampai di sana sesegera mungkin dan kemudian yang lebih sulit adalah bertahan di sana,” tambahnya. (sis)





































