Kanalnews.co, JAKARTA – Di tengah panasnya konflik global antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang terus memicu ketidakpastian ekonomi dunia, DPR RI mulai mengencangkan ikat pinggang secara drastis. Bukan hanya proyek besar yang dipangkas, bahkan urusan snack rapat pun kini ikut disikat habis.

Sekretariat Jenderal DPR RI resmi menghapus tradisi lama yaitu rapat tanpa camilan. Tak ada lagi kopi, kue, hingga nasi kotak yang biasanya jadi “penyelamat” rapat panjang. Kebijakan ini langsung berlaku, terutama untuk rapat-rapat internal yang dipimpin pejabat eselon 1.

“Dulu kalau rapat ada snack, bahkan bisa lanjut makan siang. Sekarang? Sudah tidak ada lagi,” ungkap Indra, Minggu (29/3/2026).

Langkah ini bukan sekadar penghematan biasa. DPR mengklaim benar-benar serius menghadapi ancaman krisis global dengan mengubah pola belanja internal secara ekstrem. Bahkan, konsep efisiensi ini akan diberlakukan penuh hingga satu tahun ke depan.

Tak berhenti di urusan perut, penghematan juga merambah ke listrik. Gedung DPR yang biasanya terang benderang hingga malam kini akan diredupkan setelah pukul 18.00 WIB. Lampu-lampu di lobi besar hanya dinyalakan jika ada aktivitas penting, selebihnya gelap.

“Kita tidak lagi menyalakan seluruh gedung. Hanya area yang dipakai saja,” tegas Indra.

Yang lebih mencolok, operasional lift juga ikut dipangkas. Dari 10 lift yang biasanya siaga penuh, kini hanya maksimal 70 persen yang boleh beroperasi. Artinya, antrean lift di DPR berpotensi jadi pemandangan baru.

Tak hanya itu, gaya hidup pegawai pun ikut diubah. ASN di lingkungan DPR kini didorong meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum sebagai bagian dari gerakan efisiensi nasional. (pht)