Dok Kemenpora

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Menpora RI Zainudin Amali menjadi narasumber pada hari kedua kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957. Menpora kembali mengingatkan agar mahasiswa menanamkan jiwa kewirausahaan.

Kegiatan tersebut digelar secara virtual, Jumat (10/9/2021). Materi kali ini adalah, ‘Peran mahasiswa sebagai pencipta lapangan kerja melalui kewirausahaan’.

Menpora Amali menyampaikan apresiasi kepada IBI Kosgoro 1957 karena fokus dalam pengembangan dan melahirkan SDM di bidang bisnis dan informatika. Hal itu bagus dilakukan agar menjadi modal mahasiswa menghadapi tantangan dunia.

“Saya apresiasi dan senang mendengarkan apa yang disampaikan oleh pak rektor maupun pak wakil rektor bahwa core yang ditekuni di IBI Kosgoro adalah bisnis dan informatika. Dan memang itulah tuntutan dari kondisi saat ini,” ujar Menpora Amali.

“Kita tentu tidak menginginkan lulusan dari kampus kita begitu dia lulus akhirnya kesana kemari membawa ijazah melamar pekerjaan dan saingannya cukup banyak, saingan dari universitas yang ada di Indonesia baik swasta atau perguruan tinggi swasta maupun perguruan tinggi negeri itu lumayan banyak. Dan apalagi kalau sudah kita bicara dengan lulusan perguruan tinggi dari luar negeri. Jadi sudah sangat tepat kalau IBI Kosgoro ini menempatkan kuliah kewirausahaan sebagai mata kuliah wajib,” pungkasnya.

Menurut Menpora Amali, hal tersebut sejalan dengan 5 program prioritas 2020-2024 yang telah disusun Kemenpora. Salah satunya adalah pemberdayaan pemuda menjadi kreatif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing serta menumbuhkan semangat kewirausahaan.

“Kenapa kita memunculkan program prioritas ini, karena kita sadar betul bahwa kemajuan suatu bangsa, salah satu ditentukan oleh tingkat kemakmuran masyarakat. Dan masyarakat yang makmur diukur dari tingkat atau presentasi seberapa besar persentase masyarakatnya yang bergerak di bidang kewirausahaan,” jelasnya.

Jika dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Tiongkok dan Amerika Serikat, jumlah pelaku usaha sudah sekitar 10 persen. Indonesia bahkan masih tertinggal jauh dari Negara tetangga Malaysia yang sudah mencapai 5 persen. Sementara Indonesia baru sekitar 3 persen.

“Ini yang membuat kami akhirnya mencetuskan program prioritas seperti itu,” ujarnya.

Apalagi, kedepan Indonesia akan berhadapan dengan bonus demografi, dimana usia produktif akan lebih banyak dari yang sudah tidak produktif. Oleh karena itu, maka harus harus dipersiapkan para generasi muda, khususnya para mahasiswa untuk punya bekal selain akademik yaitu kewirausahaan.

Hal tersebut menjadi penting dilakukan agar para mahasiswa setelah kuliah tidak sekadar menjadi pelamar kerja, tapi menjadi pencipta lapangan kerja, karena saat ini lapangan pekerjaan semakin hari semakin menyempit.

“Apalagi di saat-saat pandemi seperti sekarang ini yang terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK, makin sempit lapangan pekerjaan dan makin banyak pencari kerja. Ini antara supply dan demand itu tidak seimbang.
Itulah sebabnya kami di Kemenpora memprioritaskan program itu,” paparnya.

Oleh karena itu, dia mendorong mahasiswa IBI Kosgoro agar memiliki kemampuan, kreativitas, inovasi, kemandirian kekuatan dan daya saing. Hal ini dilakukan agar tidak termarjinalkan dan bahkan menjadi beban pengangguran terdidik.

“IBI Kosgoro 1957 telah menetapkan kewirausahaan sebagai corenya, saya sangat setuju, dengan demikian maka ini menghasilkan lulusan-lulusan para mahasiswa yang menjadi job creator, penyedia lapangan kerja. Kita tidak ingin lulusan IBI Kosgoro 1957 menjadi job seaker, kesana kemari bergantung pada orang lain,” harapnya.

Menpora Amali menilai mahasiswa yang kuliah di IBI Kosgoro 1957 sudah memilih kampus yang tepat. Pasalnya, tidak semua kampus membekali mahasisiwanya dengan pengetahuan kewirausahaan.

“Anda tidak salah pilih, anda berada di tempat yang benar dan anda berada di tempat yang tepat,” katanya.

Namun begitu, Menpora Amali mengingatkan mereka untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan, sebab tidak cukup hanya dengan perkuliahan saja. Namun harus dibarengi dengan peningkatan keterampilan kewirausahaan.

Menpora Amali berpesan kepada mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB untuk memanfaatkan PPKMB ini dengan sebaik-baiknya sehingga dapat lebih mengenal kampus dan proses akademik.

“Sebab, kalau anda tidak menyiapkan diri, itu terasa berat berkuliah. Tetapi kalau anda menyiapkan diri dan memanfaatkan PKKMB ini, maka mudah-mudahan anda tidak akan lama-lama disitu dan targetkan 3 tahun atau berapa semester berada di situ. Saya berharap anda akan bisa cepat selesai dan tentu anda punya bekal akademik dan punya bekal kemampuan kewirausahaan,” tutupnya.

Sementara itu, Rektor IBI Kosgoro 1957, Dr. Haswan Yunaz mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terimkasih atas kehadiran dan waktu Menpora Amali dalam PKKMB perguruan tinggi yang dipimpinnya. Ia pun berkomitmen untuk mendukung program Kemenpora untuk melahirkan wirausahawan muda di Indonesia.

“Kami mendukung program bapak menteri bagaimana melahirkan wirausaha baru yang dibutuhkan untuk pembangunan nasional. Kami mengucapkan terimkasih kepada pak menteri yang telah berhasil menggelorakan kembali semangat generasi muda Indonesia. Tidak hanya di bidang wirausaha, di bidang peran pemuda. Tetapi juga berhasil menggelorakan semangat berolahraga dan prestasi,” ucapnya. (ads)