
Kanalnews.co, JAKARTA- Operasi pencarian delapan orang yang hilang kontak saat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau memasuki hari keenam, Minggu (13/9). Basarnas kini memperluas wilayah pencarian hingga mencakup area perairan Selat Sunda seluas 6.010 mil laut persegi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan operasi SAR terus dimaksimalkan dengan mengerahkan kekuatan dari berbagai unsur. Pencarian dilakukan melalui jalur laut, udara, hingga darat.
“Memasuki hari keenam operasi SAR, kami bersama seluruh unsur SAR gabungan berupaya mengoptimalkan pencarian terhadap delapan orang yang masih dalam pencarian,” kata Amrad dalam keterangan tertulis.
Besarnya wilayah pencarian membuat Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi enam sektor. Puluhan unsur dikerahkan untuk menyisir area yang telah ditentukan.
Di Sektor V seluas 840 NM², pencarian dilakukan menggunakan KRI Kerambit dan KRI Teluk Gilimanuk. Sektor W dengan luas 1.120 NM² melibatkan KAL Anyer, sedangkan Sektor Z seluas 809 NM² disisir KN SAR Basudewa dan KN SAR Antasena.
Sementara itu, Sektor Y seluas 497 NM² melibatkan KP Sanjaya dan KRI Lepu. Sektor X yang mencapai 681 NM² menjadi salah satu area dengan pengerahan armada cukup besar, yakni KN SAR Tetuka, RBB Peucang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, KP 2016, KP 2013, KM Garuda, dan KM Bima.
Adapun sektor terluas berada di Sektor H dengan cakupan 2.063 NM². Wilayah ini mendapat dukungan pencarian dari udara menggunakan helikopter HR 3604.
Tak hanya helikopter, Basarnas juga mengoperasikan dua drone thermal untuk membantu mendeteksi kemungkinan keberadaan korban dari udara.
Operasi tersebut melibatkan Basarnas Banten, Direktorat Operasi dan Direktorat Komunikasi Basarnas, Basarnas Special Group (BSG), TNI, Polri, Lanal Banten, BPBD, BNPB, hingga Dinas Sosial.
Amrad menegaskan strategi pencarian akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Faktor cuaca dan keselamatan personel menjadi perhatian utama selama operasi berlangsung.
“Kami mengimbau kepada seluruh unsur yang terlibat untuk senantiasa memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan selama melaksanakan operasi. Kami juga mengharapkan dukungan informasi dari masyarakat apabila mengetahui adanya tanda-tanda keberadaan kapal maupun korban yang sedang dicari,” ujarnya. (ads)

































