KANALNEWS.co, Jakarta – Pengurus Besar Taekwondo Indonesia menyambut kedatangan Timnas Teekwondo yang berhasil menjadi juara umum kedua setelah China Taipeh pada kejuaraan Chuncheon Korea Open International Taekwondo di Chuncheon, Korea Selatan pada 24-27 Juli 2015.
Ketua Umum PBTI Marciano Norman melalui Ketua Harian Zulkifli Tanjung menyatakan rasa bangga dengan atas raihan dan keberhasilan atlet-atlet muda masa depan Indonesia, dan pihaknya berjanji akan memprioritaskan Pelatnas jangka panjang untuk Olimpiad dan Asian Games 2018 mendatang di Indonesia.
“Kami bangga dengan capain prestasiyang ditorehakn putra/puti Indonesia, apalagi mampu mengunguli tuan rumah Korea yang menduduki posisi ketiga dan komitmen kami akan memplatnaskan mereka hingga Asean Games 2018,” kata Zulkifli saat menyambut kedatangan tim di Bandara Seokarno Hatta, Tangerang, Kamis (30/7) dinihari Wib.
Atlet PBTI mampu menyabet tujuh medali emas dalam kategori poomsae yang dipersembahkan oleh Defia Rosmaniar yang turun pada nomor individual senior, Mega Ayu Suseno pada nomor individual yunior dan Muhamad Alvi Kusuma pada nomor individual yunior. Kemudian pada kategori jurus ini, medali emas lainnya juga dipersembahkan oleh Defia Rosmaniar dan Irsyad Abdul Aziz yang turun pada nomor pair senior serta Muhamad Alvi Kusuma dan Mega Ayu Suseno yang turun pada nomor pair yunior.
Keberhasilan meraih medali emas ditutup melalui kategori kyorugi setelah oleh atlet Dinggo Ardian Prayogo yang berlaga pada nomor under 68kg senior putra dan Ananda Lubay pada nomor under 55kg yunior putri berhasil menekuk lutut lawannya atlet asal Filipina dengan skor telak 7:3.
Sementara medali perak diraih oleh atlet Adam Yazid Ferdyansyah yang berlaga pada kategori kyorugi nomor under 55kg yunior.
Zulkifli menambahkanm meskipun gagal mempersembahkan medali pada hari terakhir, namun Ia bangga dengan penampilan atlet Mariska Halinda yang tetap menunjukan semangat juang yang luar biasa. Setelah sempat memimpin dengan skor 8:0 pada babak pertama, akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya atlet asal Tiongkok Wu Jingyu, yang juga merupakan juara dunia dan juara olimpiade dua kali.
“Kekalahan ini menunjukan perlunya pengalaman tanding yang lebih banyak untuk event internasional, selain itu Mariska, perebut medali emas Sea Games Singapura baru saja minggu lalu kembali dsri event universiade di Korea yang berhasil merebut medali perunggu,” katanya lebih lanjut.
Mariska menyatakan dirinya mendapatkan pengalaman yang sangat baik saat berhadapan dengan atlit juara Olympiade dua kali asal Tiongkok itu. Hal ini menambah kepercayaan dirinya menuju pra kualifikasi Olympiade tahun depan di Filipina.
“Banyak hal yang bisa saya petik dari keikutsertaan di kejuaraan ini, terutama pengalaman bertanding dengan lawan yang sangat kuat. Ini semua bisa saya jadikan modal untuk terus meningkatkan prestasi saya di masa mendatang,” katanya
Kabid binpres PBTI, Rahmi Kurnia keberhasilan ini merupakan bukti dari peningkatan prestasi atlet taekwondo nasional dan tonggak prestasi yang terus ditingkatkan sebagai bagian dari road map pencapaian prestasi internasional atlet PBTI.
“Atlet-atlet poomsae kita mampu menundukan atlet tangguh dari Filipina, Meksiko, Taiwan, Tiongkok dan Rusia yang biasanya mengungguli kategori jurus ini. Atlet Indonesia sering mendapat nilai tinggi karena gerakannya semakin halus sekaligus bertenaga. Defia Rosmaniar selain merebut emas juga berhasil meraih penghargaan sebagai atlet terbaik untuk nomor poomsae individual putri senior,” ujarnya.
Kekuatan atlet Indonesia untuk berlaga di event internasional pada kategori ini hampir mencapai kondisi terbaik. Mengingat pada lapisan senior dan yunior telah menunjukan kemampuannya yang mumpuni.
“PBTI memberikan ruang kepada mereka untuk bersaing secara positif melalui pencapaian prestasi di ajang kejuaraan internasional, serta memacu mereka untuk terus menyempurnakan kemampuannya. Atlet terbaik akan mewakili Indonesia pada SEA Games 2017 di Malaysia dan Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Indonesia,” pungkasnya.
Di sisi lain, Rahmi Kurnia juga menyatakan untuk kategori kyorugi atlet Indonesia masih mempunyai harapan yang terbuka lebar. Salah satunya ditunjukan oleh pencapaian prestasi atlet Dinggo Ardian Prayogo.
“Prestasi Dinggo merupakan kejutan bagi kita semua, mengingat ia baru saja naik kelas dari yunior ke senior dan langsung menyabet medali emas. Ia tampil penuh percaya diri meskipun pengalaman bertandingannya belum banyak dan berhasil menerapkan teknik menyerang yang efektif,” ujar Rahmi.
Rencananya, ia bersama Reynaldi Atmanegara dan Mariska Halinda akan diikutsertakan pada seleksi menuju Olimpiade 2016.
“Kami akan terus memacu peningkatan kemampuan para atler agar bisa mencapai performa terbaiknya, sehingga bisa menunjukkan prestasi terbaik di ajang Asian Games dan bermuara pada Olimpiade 2016 mendatang,” tandasnya. (Herwan)






































