KANALNEWS.co, Surabaya – Invitasi Sepakbola Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Jawa plus 2014 pada Selasa (2/12) lalu resmi dimulai di Surabaya, Jawa Timur (Jatim).
Tuan rumah Siwo PWI Jatim dalam invitasi kali ini menurunkan dua tim, yakni tima ‘A’ yang bermaterikan pemain muda dengan target meraih juara serta tim ‘B’ diisi oleh pemain senior yang sarat dengan pengalaman diantaranya kapten tim Dhiman Abror Djuraid atau akrab disapa dengan Abror.
Dalam gelaran invitasi ini, peserta Piala Siwo 2014 ini terdiri dari juara bertahan, tim Siwo DKI Jaya yang juga sekaligus pemegang supremasi Piala Siwo dan peraaih medali emas sepakbola Porwarnas 2013 di Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel) kemudian Siwo Jabar, Siwo Jateng, Siwo Yogya serta Siwo Papua dan Siwo Kalsel menjadi dua tim yang diundang dari luar Jawa.
Piala Siwo 2014 ini juga dalam rangka sosialisasi Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja yang pertama kali diadakan pada 9-16 Desember ini dan direncanakan akan dibuka oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo di DBL Arena pada 9 Desember mendatang.
Sebagai tuan rumah, Siwo Jatim sangat berambisi untuk merebut gelar juara di Liga Siwo 2014 itu. Karena itu pula Siwo Jatim menurunkan dua tim, yang kekuatannya hampir merata. Jatim bertekad untuk ‘menghancurkan’ dominasi Siwo DKI Jaya, yang selama hampir satu dasawarsa ini terus mengungguli mereka baik di Piala Siwo atau kontes sepakbola Porwarnas.
Pada Piala Siwo 2013 yang digelar di Jakarta, lagi-lagi Siwo Jatim harus pulang dengan kecewa setelah dikalahkan tuan rumah Siwo Jaya melalui eksekusi penalti.
“Kali ini kami harus juara,” begitu tekad H Dwi Arifin, ketua panitia Piala Siwo 2014.
Hal senada juga diungkapkan oleh kapten tim Jatim ‘B’ Abror yang juga Ketua Harian KONI Jatim dengan mengamini keinginan Siwo Jatim itu.
“Masak Siwo Jaya terus yang juara. Sekarang giliran Jatim,” ujar Abror yang juga mantan Pemred Jawa Pos itu.
Ambisi Jatim ini disikapi kubu Siwo Jaya dengan santai. “Jatim sejak dulu, ya, memang mengancam terus,” kata Toni Bramantoro, manajer tim Siwo Jaya.
Ino, sapaan Toni Bramantoro,mengungkapkan, persiapan timnya menyambut Piala Siwo 2014 ini memang tidak sebaik saat mereka menghadapi Piala Siwo 2013 maupun Porwarnas 2013, Banjarmasin. Apalagi, mereka nyaris terkendala dana.
Undangan dari Siwo Jatim yang hanya diterima satu bulan sebelum invitasi berlangsung, membuat Siwo Jaya sempat memutuskan untuk tidak mengikuti Piala Siwo 2014 ini. Namun, saat disampaikan ke Siwo Jatim, mereka meminta dengan sangat agar Siwo Jaya dapat berpartisipasi.
“Kami melaksanakan event ini dengan Siwo Jaya sebagai peserta utama. Kalau Siwo Jaya tak ikut, event ini hambar, tak ada gengsinya sama sekali,” ujar Dwi Arifin, ketua panitia.
Beruntunglah, Siwo Jaya akhirnya dapat berpartisipasi. Ini berkat adanya dukungan dari KONIDA DKI Jaya, Djarum Foundation, Sinarmas Land, Mahaka Grup, rumput sintetis GreenFields, PT Liga Indonesia, dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
“Mereka memandang Siwo Jaya sebagai barometer kekuatan sepakbola wartawan olahraga,” jelas Ino.
Wartawan Senior itu menambahakn tim Siwo Jaya bertekad mempertahankan supremasi tersebut. Apalagi, hal itu juga sudah disampaikan oleh Ketua Harian KONIDA DKI Jakarta, Eddy Widodo yang ingin menyaksikan tim Siwo Jaya berlaga di partai puncak dan kembali mengangkat lambang supremasi tertinggi Liga Siwo 2014.
“Jika kami bertarung di babak final Piala Siwo 2014 ini pimpinan KONIDA DKI akan hadir menyaksikan,” ujar Ino.
Saat ini, prestasi sepakbola ibukota hanya dipresentasikan dari keberhasilan Siwo Jaya. KONI Jakarta saja tidak berhasil meloloskan tim sepakbolanya di PON Remaja I-2014 ini.
Perjuangan tim Siwo Jaya untuk sampai di final masih harus diperjuangkan dengan keras. Namun, Ino meyakinkan bahwa para pemainnya siap untuk mengalahkan Siwo Yogya dan Siwo Jabar pada dua laga akhir penyisihan grup A, Jumat (5/12) dan Sabtu (6/12) pagi.
“Walau diunggulkan, kami tak mau jumawa,” tandas Redaktur Senior Tribunnews.com ini. (Herwan)






































