KANALNEWS.co, Jakarta – Pasangan ganda campuran terbaik Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil melunasi utang di Olimpiade setelah merebut medali emas dengan membungkam pasangan asal Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying langsung dua game 21-14 dan 21-12.
Kemenangan Owi/Butet sapaan akrab Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pada pertandingan final Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro Brasil Selasa waktu setempat atau Rabu (17/8/2016) itu sekaligus menjadi kado ulang manis peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-71.
Sebelumnya pada Olimpiade 2012 yang berlangsung di kota London Inggris, pasangan yang dibentuk tahun 2011 itu gagal membawa pulang medali. Owi/Butet terhenti di semifinal dan kalah pada perebutan medali perunggu dari Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, Denmark.
Dan kekalahan itu juga sekaligus memutus tradisi emas bulutangkis di Olimpiade yang dimulai sejak tahun 1992 hingga 2008, dimana atlet bulutangkis selalu rutin meraih medali emas.
Sebelumnya bulutangkis sudah menyumbang enam medali emas untuk Indonesia. Dimulai dari Susy Susanti dan Alan Budikusuma di Olimpiade Barcelona 1992, Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky di Olimpiade Atlanta 1996, Tony Gunawan/Candra Wijaya di Olimpiade Sydney 2000, Taufik Hidayat di Olimpiade Athena 2004, dan terakhir Markis Kido/Hendra Setiawan di Olimpiade Beijing 2008.
“Saya lega, bangga, senang. Karena Indonesia biasanya tradisi emas, tapi kemarin di Olimpiade London 2012 kami berhutang bawa medali. Sekarang langsung kami bayar hutangnya. Senang sekali,” kata Liliyana, seperti dikutip dari lama resmi PBSI badmintonindonesia.org, Kamis (18/8/2016).
“Saya nggak bisa berkata-kata. Luar biasa rasanya. Ini saya persembahkan untuk hari kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Tontowi. (Herwan)






































