Kanalnews.co, JAKARTA- Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menerima audiensi dari Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin. Apa saja yang dibahas?

Menpora Amali menerima Walikota Banjarbaru Aditya di Kantor Kemenpora lantai 10, Senayan, Jakarta, pada Senin (4/4/2021). Hadir pula Kepala Bappeda Banjarbaru Kanafi, Kepala BPKAD Banjarbaru Jainudin dan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Chandra Bhakti.

Dalam kesempatan tersebut, Menpora Amali menegaskan bahwa di Kemenpora tidak ada pekerjaan fisik pembangunan sarana dan prasarana olahraga. Namun pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada kementerian terkait jika ada permohonan pembangunan sarana prasarana olahraga jika telah memenuhi kelayakan.

“Kami tidak ada pekerjaan fisik, jika ada permohonan pembangunan ini maka harus berkomunikasi dengan Bappenas dan kemudian ke Kementerian PUPR,” kata Menpora.

“Jika sudah berkomunikasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) maka pastikan status tanahnya/lahannya tidak bermasalah atau sudah clean and clear sebab itu yang selalu jadi masalah,” Menpora Amali menambahkan.

Menurutnya, jika sudah ada komunikasi dengan Bappenas maka proses selanjutnya oleh Kementerian PUPR akan lebih mudah pelaksanaannya.

“Secara kemanfaatan kami yang merekomendasikan layak atau tidaknya. Kemudian Bappenas itu perencanaan anggarannya dan teknis pengerjaannya PUPR. Karena anggaran kita khusus untuk pembinaan, pengerjaan fisik tetap di Kementerian PUPR,” tutur Menpora Amali.

Walikota Aditya Mufti sebelumnya memaparkan kepada Menpora Amali jika di Kota Banjarbaru belum ada sarana dan prasarana olahraga memadai seperti stadion. Pemerintah kota telah menyiapkan lahan seluas 22 hektar untuk pembangunan sarana olahraga itu.

“Tanah seluas ini sudah milik pemerintah kota Pak Menteri, makanya kami beranikan diri untuk meminta pembangunan stadion ke Pak Menteri. Dan juga kami telah berkoordinasi dengan Bappenas terkait hal ini. Dari Bappenas arahannya harus ke Menpora untuk persetujuannya,” kata Aditya.

“Kota Banjarbaru merupakan jalur utama dari Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat yang semua melewati Banjarbaru. Komposisi jumlah penduduk usia mudanya lebih banyak dibandingkan usia tuanya,” tambahnya. (bnd)