KANALNEWS.co, Jakarta – Meski tidak mendapat Rekomendasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) memastikan Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja 2017  yang berlangsung di Jawa Tengah akan tetap berjalan sesuai jadwal.

“PON Remaja tetap berjalan. Kalau memang ada kendala masalah anggaran kita harus sesuaikan. Gak perlu gunakan hotel mewah. Bisa saja gunakan asrama-asrama untuk tempat tinggal atlet,” kata Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman setelah Rapat Koordinasi KONI Pusat dengan KONI Provinsi Seluruh Indonesia yang juga dihadiri oleh Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Gatot S Dewa Broto dan Kadispora Jawa Tengah, Budi Santoso, Kamis (20/10/2016).

PON Remaja yang digelar pada Juni 2017 sebelumnya masih simpang siur, pasalnya surat Kemenpora per 14 Oktober yang tidak memberikan rekomendasi pelaksanaan kejuaraan dua tahunan khusus untuk atlet usia dibawah 17 tahun dana salah satu alasannya adalah efesiensi anggaran.

Surat itu juga memuat penyelenggaraan PON Remaja hampir sama dengan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017 yang pelaksanaannya juga akan dilakukan di Jawa Tengah pada September dan atlet yang bakal turun 90 persennya adalah atlet PON Remaja.

Surat rekomendasi Kemenpora itu juga memastikan pemerintah pusat tidak akan mengucurkan dana untuk membantu pelaksanaan PON Remaja dan hanya mengandalkan pada APBDI pemerintah provinsi Jawa Tengah.

“PON Remaja sangat penting dilakukan karena untuk pembinaan dan selanjutnya akan menjadi pelapis kedua dan ketiga atlet senior. Selain itu, PON Remaja juga mempunyai jenjang yang lebih tinggi yaitu proyeksi Asian Youth Games maupun Olimpic Youth Games,” jelas Tono.

Purnawirawan Jenderal TNI bintang dua itu menjelaskan, cabang olahraga yang akan dipertandingkan nantinya juga akan disesuaikan dengan cabang olahraga olimpiade akan menjadi prioritas.

Kadispora Jawa Tengah Budi Santoso membenarkan jika anggaran PON Remaja telah dilimpahkan ke pos lain setelah tidak mendapatkan rekomendasi dari Kemenpora. Hanya saja, pelimpahan pos tersebut belum ditetapkan oleh DPRD Jawa Tengah untuk dimasukan dalam APBD.

“Baru akan ditetapkan pada rapat 1 November nanti. Jadi masih ada waktu untuk diusahakan,” katanya saat dikonfirmasi.

Meski sebelumnya sudah mengganggarkan, pada rapat koordinasi KONI ini belum terungkap berapa besar dana yang dibutuhkan untuk PON Remaja. Jika berkaca pada PON Remaja sebelumnya di Surabaya, anggaran yang dibutuhkan lebih dari Rp50 miliar. Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan ada 16 cabang. (Herwan)