KANALNEWS.co, Jakarta – Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi DKI Jakarta dan stake holder harus mendukung program peningkatan prestasi yang telah dirancang sedemikian rupa oleh KONI DKI.

Permintaan dan penegasan orang nomor satu di Jakarta itu terkait pencairan anggaran yand dimaksudkan untuk mempercepat dan mengejar ketertinggalan dari daerah lain yang telah lebih dulu melakukan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua.

“Dana segera cair,” ujar Anies dengan air muka yang gembira. “Saya sudah mendengar dengan sangat jelas bahwa ujung dari program yang dibuat KONI Provinsi DKI Jakarta adalah prestasi terbaik merebut kembali supresmasi tertinggi olahraga nasional di PON XX/2020 Papua. Untuk mencapai itu perlu kerja keras dan dukungan pemerintah, dalam hal ini Dispora harus ikut membantu,” tegas Anies dalam sambutannya usai pelantikan pengurus KONI Provinsi DKI Jakarta periode 2017 – 2021 dibawah Ketua Umum Djamhuron Purwanto Wibowo di Balai Agung Kantor Gubernur DKI Jakarta, Selasa (20/2/2018).

“Pak Ratiyono (Kadispora) dan tim, juga Pak Catur Laswanto (Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta) agar membantu KONI DKI mempermudah turunnya anggaran, karena anggaran sudah cair,” tegas Anies.

Dengan dilantiknya pengurus KONI DKI periode 2017-2021, menurut Anies adalah babak baru dimulainya tugas-tugas pembinaan atlet di tingkat cabang olahraga menuju PON Papua. Ia yakin kepengurusan ini mampu membawa olahraga DKI ke arah yang lebih baik ke depan. Kepengurusan baru dibawah Chief de Mission (CdM) PON Jawa Barat itu punya orientasi yang jelas. Punya target konkret dan langkah nyata dalam pembinaan ke depan. Oleh sebab itu Anies tidak ragu bahwa harapan warga DKI Jakarta yang disandangkan di pundak pengurus baru ini akan tercapai.

“Kita terakhir merebut gelar juara umum PON pada PON XVIII/2012 Riau. Untukitu mari rebut kembali pada PON XX/2020 Papua. Kalau Persija juara sambutan masyarakat sudah sedemikian besar, apalagi kalau juara umum PON yang memiliki banyak cabang olahraga,” ucap Anies.

“Kalau DKI juara PON itu wajar. Tapi kalau kalah berarti ada yang tidak beres dalam pembinaan. Seluruh stake holder pembinaan olahraga harus bersama-sama mendukung kerja nyata KONI DKI dalam membangun prestasi ke depan. Lupakan masa lalu, mari kita menatap ke depan,” demikian Anies. (WAN)