KANALNEWS.CO., Jakarta – Pelatih kepala ganda putri Pelatnas bulu tanmgkis, Eng Hian memastikan ganda juara Olimpiade 2020, Greysia Polii/Apriyani Rahayu masih akan membela negara hingga akhir tahun ini.
“Sampai saat ini, Greys dan Apri masih merupakan ganda putri terbaik yang kita miliki. Jadi menghadapi event-event besar hingga akhir tahun ini seperti Piala Sudirman, Piala Uber dan Kejuaraan dunia, mereeka tetap jadi pilihan utama,” kata Pelatih Kepala ganda putri nasional, Eng Hian dalam acara penghargaan buat alumni PB Djarum, yang berlangsung virtual, Kamis (19/08/2021).
Pernyataan Eng Hian ini sekaligus menepis kekhawatiran penggemar bulu tangkis tentang rencana Greysia Polii untuk gantung raket usai merebut medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bulan ini. Apalagi Greysia kini sudah berusia 34 tahun dan baru saja membentuk keluarga pada Desember 2020 lalu.
“Saat ia masih berstatus pemain yang belum menikah, saya yang bsia menjawab soal karir bulu tangkisnya. Tetapi sekarang setelah ia menikah, semua memang tergantung pada Greys dan pasangan hidupnya,” lanjut Eng Hian yang mendapat penghargaan bersama asistennya, Chafidz Yusuf dari Djarum Foundation.
Eng Hian menyebut ia bersyukur karena Felix, suami Greysia bisa memahami bahwa tenaga dan pengalaman Greysia masih menjadi kunci penting bagi tim Piala Sudirman dan Piala Uber Indonesia. “Ya kami sudah dapat kepastian bahwa Greysia masih akan bermain hingga akhir tahun ini,” katanya lagi.
Ajang Piala Sudirman akan berlangsung pada akhir September, sementara ajang Piala Thomas dan Uber akan berlangsung pada Oktober di Denmark. “Untuk ajang Piala Sudirman kita boleh berharap untuk bersaing menjadi juara. Sementara untuk Piala Uber setidaknya kita akan berusaha memperbaiki penampilan secara beregu.”
Eng Hian mengaku masih belum memutuskan siapa calon kuat yang akan menggantikan posisi Greysia Polii untuk berpasangan dengan Apriyani Rahayu. “Saya katakan yang membuat pasangan Greysia/Apriyani itu kuat adalah salah satunya faktor mental kedua pemain ini yang kuat. Baik Greysia mau pun Apri itu tipikal pemain tak gampang menyerah, bahkan sejak latihan. Nah faktor inilah yang menjadi kelebihan mereka dibanding para pemain yang ada sekarang.”
Namun Eng Hian mengaku optimistis akan segera menemukan pasangan yang diharap mampu mempertahankan keberhasilan sektor ganda puteri. “Memang tidak mungkin dalam jangka pendek. Apri itu meski masih muda tetapi sudah memadai secara teknik mau pun kematangan bermain. Tinggal kita mengangkat para pemain yang ada sekarang untuk seperti itu.” (tjahjo)






































