KANALNEWS.co, Jakarta – Atlet paralayang berbakat Indonesia, Jafro Megawanto berhasil mencatatkan namanya sebagai peraih medali emas kejuaraan paralayang Asian Games 2018. Pada pertandingan yang berlangsung di Gunung Mas Puncak Bogor, Jawa Barat itu, Jafro memenangi kelas ketepatan mendarat perorangan putra dengan nilai sempurna.
Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Syafruddin menyambut dengan penuh rasa syukur capaian prestasi yang di torehkan oleh Jafro Megwawanto tersebut. “Alhamdulillah. Ini prestasi yang membanggakan Indonesia. Selamat atas perjuangan panjang Jafro sehingga bisa menjadi yang terbaik dan menambah perolehan emas Tim Indonesia,” kata Pak Syaf.
Cabang Paralayang sejauh ini telah menyumbangkan dua keping medali emas untuk kontingen Indonesia. Bagi Jafro memenangi nomor perorangan ini adalah emas kedua. Sebelumnya pada Rabu (22/8) kemarin Jafro Megawanto yang juga memperkuat tim paralayang putra di nomor ketepatan mendarat beregu dengan hasil medali emas juga.
Dengan kemenangan Jafro, maka Indonesia sudah meraih dua emas dan satu perak di cabang olahraga Paralayang. Total raihan emas Tim Indonesia menjadi tujuh. Sebelum menjadi atlet paralayang, Jafro merupakan tukang lipat parasut. Namun, ia tidak sekadar melipat. Diam-diam ia memiliki mimpi untuk menjadi pilot paralayang.
“Awal mula saya mengenal paralayang itu, awalnya saya menjadi tukang lipat parasut. Setelah itu ada manajer merekrut saya untuk menjadi atlet. Setelah itu, saya disekolahkan dan diinstruksikan di sekolah paralayang sampai akhirnya dapat lisensi,” kata Jafro.
Jafro beruntung karena rumahnya hanya berjarak 500 meter dari tempat pendaratan. Tak heran jika sejak kecil pria kelahiran Malang, 18 Maret 1996 ini sudah akrab dengan olahraga esktrem paralayang. Tepatnya sejak usia 13 tahun. “Awal mula jadi paraboy sejak kelas 2 SMP umur 13 tahun. Melihat teman-teman melipat parasut dan mendapatkan upah sebesar lima ribu rupiah,” kata Jafro mengenang masa kecilnya. (WAN)






































