
Kanalnews.co, JAKARTA– Sejumlah cabang olahraga mulai bergeliat menggelar event di masa pandemi. Menpora RI Zainudin Amali mewanti-wanti agar protokol kesehatan menjadi perhatian utama.
Menpora Amali memimpin rakor dengan empat cabang olahraga yang rencananya dalam waktu dekat akan menggelar event. Salah satunya Persatuan Squash Indonesia yang akan mengadakan kejuaraan nasional, Federasi Triathlon Indonesia yang akan menyelenggarakan seri Triathlon di beberapa kota.
Lalu, ada PB Perbasi yang akan menyelenggarakan turnamen IBL dan turnamen LIMA (Liga Mahasiswa). Mereka juga akan menyelenggarakan turnamen Internasional Bulutangkis di Bali (Indonesia Masters, Indonesia Open, BWF World Cup Final dan Indonesia International Challenge).
Rakor tersebut diikuti Ketua Umum PB Squash Indonesia Sylviana Murni, Wasekjen Federasi Triatlon Indonesia (FTI) Arlan Lukman, Ketum Perbasi Danny Kosasih, Ketua Harian PBSI Alex Tirta
“Saat ini kita masih di tengah pandemi Covid-19 tetapi kita tidak boleh berdiam diri. Kegiatan harus sudah kita lakukan, tetapi upaya pemerintah untuk melakukan penanganan Covid-19 ini juga harus mendapatkan dukungan seluruh masyarakat, termasuk kita yang ada di sektor olahraga,” kata Menpora Amali.
“Jadi, kita perlakuannya sama. Kegiatan silakan berlangsung tetapi penerapan prokes harus diterapkan secara disiplin dan akan ada pengecekan rutin. IBL juga saya kira sama dengan sepakbola yang sudah berlangsung,” ujar Menpora Amali.
Lebih jauh Menpora Amali mengingatkan bahwa pemerintah tidak mempersulit cabor untuk melakukan kegiatan justru membantu melalui rakor ini bila ada masalah yang dialami. Namun dengan catatan tadi.
“Jangan berfikir kita mempersulit, justru kami membantu untuk mempermudah dan mencarikan jalan keluar jika ada kesulitan dialami cabor melalui rakor ini,” kata Menpora Amali menegaskan.
Menurut pria asal Gorontalo tersebut semenjak pandemi Mabespolri selalu meminta surat rekomendasi dari Kemenpora terkait pelaksanaan even olahraga dari induk organisasi.
“Kami tidak mau hanya mengeluarkan surat/kertas saja, sebenarnya itu lebih mudah tetapi, urusan belakang itu kami tidak mau. Sejak pandemi Mabespolri selalu meminta rekomendasi kepada kami. Karena, pemerintah sekarang ini sedang giat mengatasi pandemi ini maka kita harus menjadi bagian dari itu termasuk para pimpinan cabor,” ucapnya.
Presentasi masing-masing cabor akan menjadi pertimbangan untuk Mabespolri yang memiliki kewenangan untuk memberikan izin suatu kegiatan. Sebagaimana yang sudah dilakukan untuk kompetisi sepakbola maupun bola basket (Liga I, Liga 2 maupun IBL).
“Jika sudah ada video simulasinya dan tidak ada masalah kita akan merekomendasikan ke Mabespolri. Jadi, mekanismenya adalah kita bentuknya rekomendasi tetapi permohonan izin dari cabor langsung ke Mabespolri,” tambah Menpora Amali.
Sementara, Wakabaintelkam Polri Irjenpol Suntana, menyampaikan pada prinsipnya Polri mendukung kegiatan olahraga yang akan diselenggarakan beberapa cabang olahraga. Namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
“Pada prinsipnya kami mendukung apa yang akan dilakukan oleh teman-teman. Pengalaman kami bersama Pak Menpora di sepakbola tanpa penonton tahun lalu sampai sekarang, tetapi tetap dengan prokes ketat dan 5M, termasuk PON dan lain-lain. Hanya kita menunggu simulasinya saja dari masing-masing cabor,” kata Suntana. (ads)






































