KANALNEWS.co, Jakarta – Hari ketiga kejuaraan nasional yunior taekwondo Indonesia Open 2012 di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12), berlangsung sengit. Salah satunya pertemuan antara atlet Pelatnas menghadapi atlet DKI di beberapa kelas final. Ironisnya, atlet DKI yang diperkuat atlet dari PPLP Ragunan, sukses mengalahkan atlet-atlet Pelatnas.
Persaingan Pelatnas dan DKI diawali di final Women 144kg (fly) antara Aghniny Hauque (Pelatnas A) menghadapi Annisa G (DKI). Awalnya, Aghniny sempat mendominasi pertarungan dengan lebih dulu unggul 2-0. Namun akibat terlalu bernafsu, ia gagal mempertahankan keunggulan. Sampai waktu normal habis, kedudukan menjadi sama 4-4.
Di babak perpanjangan, Annisa yang posturnya lebih pendek, tampil lebih tenang. Dan memanfaatkan kelemahan lawan, ia pun sukses menyarangkan satu tendangan yang memastikan Annisa tampil menjadi pemenang dan berhak mendapat medali emas. Perak dirah Aghniny, sedangkan perunggu didapat Windasih Dwi F (Jawa Tengah) dan Sinta Agustina (Jawa Barat).
Pertarungan lebih sengit terjadi di kelas Men -55kg (feather) antara M Syarief Chemi (DKI Jakarta) dan Apriliandi FN Raung (Indonesia A). Apriliandi yang posturnya lebih tinggi, juga sempat memimpin perolehan nilai. Namun keuletan dan kesabaran M Syarief mampu membawa atlet DKI Jakarta tampil menjadi pemenang dengan skor akhir 5-4. Medali perunggu direbut Gaguk Romeo (Jawa Timur) dan Rangga Barrera (DI Yogyakarta).
“Saya kurang tenang dan kehilangan konsentrasi di babak-babak akhir. Saya akui lawan lebih sabar dan lebih tenang, sehingga mampu memanfaatkan beberapa peluang. Ini pelajaran bagi saya untuk lebih giat berlatih lagi untuk bisa meraih prestasi yang lebih baik,” ujar Apriliandi usai laga.
Sementara, M Syarief mengaku, sejak awal pelatihnya menekankan untuk tampil lebih tenang dan fokus. “Saya gembira bisa menjadi juara di Indonesia Open 2012 ini. Lawan memang tangguh, tetapi saya dan pelatih mampu menganalisa kelebihan dan kekurangan dia. Saya bersyukur upaya kami bisa membuahkan medali emas,” kata Syarief.
Pertarungan paling seru terjadi di kelas Men -68kg (Light Middle) antara Lutfi Fadillah (Jawa Barat) dan Oki Yusmika (Jambi). Lutfi Fadillah sempat melesat unggul 6-0 hasil dua kali tendangan kaki yang bersarang telak di muka lawan. Namun Oki kemudian bangkit dengan beberapa kali serangan beruntun, termasuk satu tendangan kaki ke muka yang mendapat 3 poin.
Alhasil laga final memang ini sangat menarik di akhir penutupan laga di hari ketiga itu. Dan akhirnya dengan kematangan dan keunggulan teknik, Lutfi tampil menjadi pemenang dan meraih medali emas setelah memangkan laga dengan skor akhir 14-10. Medali perunggu kelas ini diraih Kurnia Arman Robbanti (Jawa Tengah) dan Ryan Jonathan (DKI Jakarta).
Di kelas Women -42 kg (fin) Hika Sumarni (Jawa Timur) meraih medali emas, sedangkan Nurfitriana (Jawa Barat) kebagian medali perak, sedangkan perunggu diraih Cindy Diaga (NTT) dan Eulalia Da Conceico (Timor Leste).
Dian Putri (Jawa Tengah) meraih emas kelas Women -55kg (welter) setelah mengalahkan Nabila Amalia (DKI Jakarta) di final. Medali perunggu diraih Wulandari (Indonesia B) dan L Mouri (Indonesia A).
Di kelas Men -51 (bantam), Bintang (Jawa Barat) meraih emas, diikuti Alvin Dwi Krishandi (Indonesia B) medali perak, sedangkan Bonifacius Angky (Indonesia A) dan Ari Pratama (Jawa Tengah) kebagian perunggu.*








































