KANALNEWS.co, Jakarta – Wakil Presiden Indonesia Muhammad Jusuf Kalla mengaku bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Munas Bali Aburizal Bakrie untuk membahas upaya mempersatukan Partai Golkar yang terpecah menjadi dua kubu pada Selasa (19/1) malam.

“Ical kan teman saya, jadi kita biasa ngobrol-ngobrol bagaimana mempersatukan Golkar,” kata JK saat ditemui di Kantor Wapres, Jakarta pada Rabu (20/1/2016).

Sebagai Ketua Tim Transisi Partai Golkar yang ditunjuk oleh Mahkamah Partai Golkar JK menjelaskan para petinggi partainya akan tetap menggunakan langkah perdamaian seperti yang telah disepakati sebelumnya.

“Ikuti saja pola yang kita setujui bersama,” tegas JK.

Selain itu, Wapres juga akan memastikan para pimpinan masing-masing kubu Partai Golkar yang bersengketa baik kubu Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie maupun kubu Munas Jakarta pimpinan Agung Laksono tetap melaksanakan kesepakatan yang telah dibentuk.

“Agung juga telah menandatangani kesepakatan untuk melaksanakan rapimnas Golkar,” tambah JK.

Sebelumnya Mahkamah Partai Golkar telah membentuk tim transisi untuk mempersatukan Golkar melalui musyawarah nasional, tokoh-tokoh senior masuku dalam dalam tim transisi tersebut,  B.J. Habibie sebagai pelindung dan Jusuf Kalla sebagai ketua sekaligus anggota. Tim juga beranggotakan Ginanjar Kartasasmita, Emil Salim, Abdul Latif, Suswono Yudhohusodo, Akbar Tandjung, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Teo L. Sambuaga, dan Soemarsono.

Langkah yang akan dilakukan oleh tim transisi yaitu menetapkan kepesertaan munas, panitia penyelenggara dan menetapkan waktu serta tempat munas. Tim juga bertugas untuk menata kepengurusan dan susunan fraksi MPR RI dan fraksi DPR RI selama masa transisi. (Setiawan)