KANALNEWS.co – Jakarta, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Moeldoko mengaku menunggu perintah dari Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono untuk membantu menertibkan penjarahan minyak dengan membobol pipa milik Pertamina.

“Kami berharap ada rencana operasi. KSAD menunggu perintah Panglima TNI agar penjarahan tersebut bisa diantisipasi dengan segera,” kata Moeldoko, di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Kamis (1/8/2013).

KSAD mengaku dirinya mendapatkan laporan di lapangan bahwa terjadi penjarahan. Bahkan, beberapa hari lalu Panglima TNI dan Kapolri telah melaksanakan MoU dengan Dirut Pertamina terkait pengamanan aset-aset milik Pertamina.

“Dengan adanya kesepakatan tersebut, pengamanan terhadap aksi penjarahan bisa secepatnya dilakukan,” ujarnya.

Penjarahan minyak milik pertamina semakin marak, yakni tiga pipa minyak milik PT Pertamina dibobol. Penjarahan pertama terjadi pada pipa distribusi minyak mentah Tempino-Plaju, Sumatera Selatan, pekan lalu. Pertamina terpaksa menghentikan operasional pipa tersebut, karena semakin meningkatnya aktivitas penjarahan minyak mentah.

Aksi kedua adalah pencurian minyak di pipa penyuplai bahan bakar minyak Pertamina dari kilang Balongan, Indramayu, menuju Depo Plumpang, Jakarta, pada 28 Juli 2013.

Peristiwa ketiga, kebocoran pipa dan meledak di Dusun Maribaya, Tasikmalaya, pada Selasa 30 Juli 2013. Pipa distribusi BBM Pertamina yang menghubungkan Terminal BBM Lomanis, Jawa Tengah, menuju Terminal BBM Tasikmalaya tersebut dibor oleh pencuri minyak. (Setiawan Hadi)