Kanalnews.co, TEMANGGUNG – Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan kali mangli banjir sehingga sayap bendugan dam Siklopo longsor sehingga menyebabkan tanah pertanian warga gagal panen, adapun volume longsor panjang 40 meter Tinggi 3 meter.
Menurut petugas TRC Septa, pemabnguan talud pada Dam Siklopo mendesak dilakukan karena kalau curaha hujan makin tnggi nanti akan semakin menggerus talud yang lain sehingga akan terjadi banjir yang lebih besar. Banjir besar mengancam warga yang tinggal di sekitar Dam dan akan merugikan petani karena akan gagal panen.
“Kejadaian paling parah pada tahun lalu pada tanggal 15 April yang mengakibatkan talud jebol sampai puluhan meter tapi beruntung tidak ada korban jiwa,” kata Septa










































