KANALNEWS.co, Malang – Menteri Pemuda dan Olahraga Menpora Imam Nahrawi mengaku bangga kota Malang Jawa Timur yang menjadi salah satu percontohan Kota Layak Pemuda dengan ditopang prestasi yang ditorehkan oleh para mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) dalam menghadapi era globalisasi dalam bidang apapun.
“Saya melihat perkembangan pemuda kota Malang sangat luar biasa. Dua minggu lalu saya menetapkan Bandung sebagai kota layak Pemuda termasuk Palu, Insayallah Kota Malang berikutnya,” kata Menpora saat menghadiri acara Dialog Tentang Peran Pemuda di Indonesia dalam rangka Dies Natalis ke-36 di Unisma, Rabu (16/11/2016).
Menpora menjelaskan, Program Kota Layak Pemuda memang menjadi prioritas Kementeriannya untuk memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang selama ini memberikan perhatian terhadap para pemuda dan kota Malang memang layak menjadi Percontohan Kota Layak Pemuda.
“Kedatangan saya di sini selain sowan atau silaturahmi, saya juga hutang karena beberapa kali gak bisa datang ke kampus. Buat teman-teman mahasiswa kalian sekarang sangat beruntung dengan semua fasilitas yang ada di kampus ini,” kata Menpora lebih lanjut.
Menurut Imam dengan ditunjuknya kota Malang sebagai kota Layak Pemuda, Ia berharap mahasiswa Unisma mampu memanfaatkan program nasional ini dengan sebaik-baiknya dengan cepat beradaptasi dengan keadaan dan tidak meninggalkan budaya yang ada di tanah air ini.
“Saya yakin kalau kita punya ketulusan akan selalu menuai kebaikan. Ke depan pemuda dan olahragawan terus maju dan berprestasi untuk negeri ini. Sesungguhnya keperbedaan Indonesia kalau kita lihat dari sisi positif maka akan melahirkan sebuah preatasi, jika sebaliknya maka jangan harap prestasi akan datang. Semua berkat ketulusan dan kekhlasan para kaum ulama dalam melakukan perjuangan untuk negeri ini. Dan saya ingin mahasiswa bisa melakukannya itu,” tambahnya.
Menpora juga ingin melakukan langkah lintas sektoral dengan melibatkan kementerian lain untuk meningkatkan peran pemuda di Indonesia. “Ketika bicara kepemudaan kita tidak bisa terfokus hanya pada Kemenpora, saya masih terus melakukan kordinasi untuk multi sektoral. Kita ingin pemuda kita menghargai potensi diri mereka masing-masing,” ujarnya.
Sementara Ketua Yayasan Unisma Sofwan Chudorie mengatakan ditengah-tengah perkembangan Unisma sekarang ini dalam melakukan regenerasi, Unisma sudah membuktikan melahirkan genarasi-generasi berkualitas. “Saya berbesar hati pada hari ini, karena orang yang datang (Menpora) adalah tokoh muda revolusi 10 tahun yang lalu. Dan alhamdulilah sekarang bisa duduk sebagai Menpora,” katanya. (Herwan)










































