KANALNEWS.co – Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) Tambora di Jalan Angke Raya, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
“Hari ini pembangunan Rusunawa Tambora tower A, B dan C secara resmi saya nyatakan dimulai,” kata Joko Widodo di Jakarta, Jumat (1/11/2013).
Jokowi menjelaskan, rusunawa tersebut akan dibangun 16 lantai atau total 549 unit dengan tipe 30 yang menghabiskan anggaran sekitar Rp174 miliar. “Tiga menara lama Rusun Angke, masing-masing memiliki 6 lantai direvitalisasi menjadi tiga menara dengan 16 lantai atau total 549 hunian. Masa pembangunan diperkirakan selesai pada September 2014 dengan biaya Rp174 miliar,” kata dia.
Rusunawa tersebut dilengkapi fasilitas lift untuk memudahkan para penghuni untuk beraktifitas. “Karena 16 lantai kita mencoba untuk menggunakan edukasi baru bagaimana menggunakan lift, kalau liftnya rusak yah diperbaiki lagi. Masyarakat pun harus terbiasa menggunakan ini,” ujar dia.
Menurutnya, rusunawa tersebut dibangun 16 lantai karena memang tidak ada lahan lagi sehingga yang dilebarkan itu bukan ke samping tapi ke atas. “Kami mencoba untuk tinggi semuanya karena memang tidak ada lahan lagi,” kata dia.
Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta Yonathan Pasodung menamabahkan tiap unit rumah susun itu terdiri atas dua kamar tidur, satu ruang keluarga, dapur, dan teras kecil untuk jemuran di bagian belakang. “Harga sewa sebenarnya , masih kita kaji jadi belum bisa disebutkan apakah naik atau tidak,” ujar dia.
Dari 469 unit yang tersedia, sebanyak 430 hunian itu sudah punya kontrak dengan suku dinas perumahan DKI dan sisanya itu kurang lebih 80 unit yang diperuntukkan bagi warga DKI. “Kalau ada warga DKI korban kebakaran, yang direlokasi, atau belum memiliki rumah bisa mengajukan lewat dinas perumahan,” kata dia.
Ia menambahkan selama tahun 1984 hingga 2013 pihaknya telah membangun rumah susun sebanyak 133 blok dan total hunian 12.371 unit denga tipe 18, 21 dan 30.
“Dengan pertimbangan layak huni, pada 2006 DKI hanya membangun rusunawa dengan tipe 30 dan karena usia bangunan yang cukup lama, sehingga kami meremajakan rusunawa yang secara struktur tidak layak lagi, salah satunya yang di Tambora ini,” ujar dia. (HER)




































