
Kanalnews.co, JAKARTA- PDIP buka suara terkait digantinya Yasonna Hamonangan Laoly dari jabatan Menkumham. Jubir PDIP Chico Hakim merasa ada kejanggalan dari pencopotan Yasonna.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengganti Yasonna dengan elite Gerindra, Supratman Andi Agtas. Pergantian jajaran menteri ini lantas dipertanyakan lantaran dilakukan hanya tiga bulan menjelang transisi pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto.
“Pergantian menteri, pencopotan, penunjukan itu hak prerogatif presiden, kami tidak mempermasalahkan hal tersebut tapi saya rasa masyarakat bisa menilai ada semacam cukup janggal dan tidak pernah sepertinya terjadi sebelum-sebelumnya pergantian menteri ini dilakukan kurang lebih dari dua bulan di masa presiden akan berakhir,” kata Chico.
“Namun tentu ada pertimbangan-pertimbangan sendiri yang ini tidak boleh dimasalahkan,” katanya.
Meski demikian, Chico menegaskan keberadaan menteri PDIP di kabinet bukan sekadar untuk kepentingan pribadi. Untuk itu, presiden memiliki hak untuk menggantika jika merasa sudah tidak memerlukan.
“PDIP menaruh kader-kader kami di kabinet adalah bagian sumbangsih untuk bangsa dan negara bukan untuk perorangan, bukan untuk partai kami sendiri, tapi untuk seluruh rakyat Indonesia,” ujar Chico.
“Jadi tentu kabinet dipimpin oleh presiden ketika user atau presiden itu merasa tidak membutuhkan lagi sumbangsih atau tenaga dari siapapun di kabinet itu yang bersangkutan untuk menggantinya,” kata Chico.
Jokowi resmi melantik sejumlah menteri dan wamen serta kepala badan hari ini. Total ada tujuh sosok yang dilantik.
Mereka adalah Supratman Andi Agtas jadi Menkumham, Bahlil Lahadalia jadi Menteri ESDM, Rosan Roeslani jadi Menteri Investasi, Angga Raka Prabowo Jadi Wamenkominfo, Prof Dadan Hindayana jadi Kepala Badan Gizi, Hasan Nasbi jadi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan dan Taruna Ikrar jadi Kepala BPOM. (sis)




































