Kanalnews.co, JAKARTA- Langkah Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 memang berakhir pahit. Namun Kapten Jay Idzes merasa bangga karena timnya

Tampil di hadapan publik sendiri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (30/3/2026), skuad Garuda harus mengakui keunggulan Timnas Bulgaria dengan skor tipis 0-1.
Gol semata wayang yang membuyarkan mimpi juara datang dari titik putih. Marin Petkov sukses mengeksekusi penalti di menit ke-37, usai pelanggaran yang dilakukan Kevin Diks terhadap Zdravko Dimitrov.

Keputusan wasit yang menunjuk titik putih setelah melihat VAR pun langsung jadi sorotan.
Namun, di balik kekalahan itu, performa Garuda justru membakar harapan.

Dominasi mutlak terlihat jelas, Indonesia menguasai 71 persen bola dan terus menekan sepanjang laga. Namun, efektivitas jadi pembeda pahit, Bulgaria yang hanya memegang 29 persen penguasaan bola justru mampu mencuri gol kemenangan.

Kapten Jay Idzes tak menutup rasa kecewanya, tetapi ia lebih memilih melihat sisi terang. Menurutnya, Timnas Indonesia sudah menunjukkan fondasi kuat di bawah arahan pelatih anyar John Herdman.

“Pertama-tama, saya sangat bangga dengan tim. Kami memainkan pertandingan yang bagus, menciptakan peluang, tapi memang belum berbuah kemenangan,” ujar Idzes.

Ia menegaskan, perubahan mulai terasa meski waktu persiapan sangat singkat. Ide-ide baru dari Herdman perlahan mulai diterapkan di lapangan.

“Pelatih baru, staf baru, dan ide-ide baru, kami langsung mencoba menerapkannya. Saya bangga karena tim memberikan segalanya dalam waktu singkat ini,” lanjutnya.

Laga kontra Bulgaria menjadi pertandingan kedua Herdman bersama Indonesia, setelah sebelumnya membuka debut gemilang lewat kemenangan 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis di semifinal.

Meski trofi melayang, Jay Idzes menilai fondasi sudah terbentuk, dan perjalanan panjang Garuda di era Herdman baru saja dimulai.

“Memang kami tidak menang, tapi ini adalah awal yang sangat baik untuk perjalanan baru kami,” tegasnya. (ads)