Foto IG Benny Laos

Kanalnews.co, JAKARTA– Penyebab kecelakaan maut speedboat yang membawa calon gubernur Maluku Utara Benny Laos terus diselidiki kepolisian hingga Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Sudahkah ada yang ditetapkan sebagai tersangka?

“Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres Pulau Taliabu AKBP Totok Handoyo.

Ia menjelaskan sejauh ini masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Totok belum bisa membocorkan terkait isi pemeriksaan tersebut.

“Belum lengkap laporannya, sabar ya,” ucapnya.

Kecelakaan maut speedboat terjadi pada Sabtu (12/10), Benny menjadi salah satu dari enam korban tewas. Proses evakuasi sendiri telah dihentikan pada Sabtu pukul 20.30 WIT.

Enam korban tewas dalam kecelakaan Speedboat itu adalah Benny Laos, Ester Tantry (Anggota DPRD Malut), Bripka Hamdani (anggota Polri pengawal Cabup Kepulauan Sula), Mubin A Wahid (Ketua DPW PPP Malut), Nasrun, dan Mahsudin Ode Muisi.

Sedangkan untuk data korban luka ringan menjalani perawatan di RSUD sebanyak 10 orang, yakni Sherly Tjoanda (Istri Benny Laos), Hendrata Thes, Amir, Ajam, Irsan, Sance, Dian Jurak, Faisal, Susianto, dan Mariana Meskopa.

Jenazah Benny Laos diterbangkan ke Jakarta. Ia akan disemayamkan dulu di RSPAD Gatot Subroto sebelum dimakamkan. (ads)