
Kanalnews.co, JAKARTA – Ketua DPP PKB sekaligus anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menilai rangkaian banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah berada pada level yang layak untuk ditetapkan sebagai bencana nasional. Ia menegaskan, skala kerusakan dan jumlah korban menunjukkan situasi ini tidak bisa ditangani secara biasa.
Daniel mengingatkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana telah memberikan batasan jelas mengenai syarat suatu bencana ditetapkan sebagai bencana nasional.
“Mulai dari jumlah korban, kerugian materi, kerusakan fasilitas publik, luas wilayah terdampak, hingga dampak sosial ekonomi semuanya harus menjadi pertimbangan,” ujar Daniel, Senin (1/12/2025).
Menurutnya, bencana hidrometeorologi yang menerjang kawasan utara Sumatera itu sudah mencerminkan seluruh indikator tersebut. Ia juga menyoroti keterbatasan pemerintah daerah dalam melakukan penanganan cepat dan menyeluruh.
“Dampaknya sangat luas dan kemampuan daerah menangani keadaan darurat ini pun terbatas. Karena itu, status bencana nasional dapat menjadi dasar untuk memperkuat langkah penanganan,” ucapnya.
Daniel menambahkan, penetapan status darurat bencana nasional tidak hanya mempercepat mobilisasi pemerintah pusat, tetapi juga membuka peluang dukungan yang lebih besar dari lembaga internasional. Ia menilai, status tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk investigasi lebih mendalam terkait faktor penyebab bencana.
“Dengan status nasional, koordinasi pusat bisa lebih besar, termasuk pendanaan, tenaga, hingga bantuan internasional. Ini juga penting untuk menelusuri kemungkinan penyebab lain seperti kerusakan hutan, pembalakan liar, atau alih fungsi kawasan yang mengganggu keseimbangan lingkungan,” jelasnya.
Ia menekankan prioritas utama saat ini tetap pada penyelamatan korban dan pemenuhan kebutuhan mendesak. “Seluruh kapasitas pemerintah harus dikerahkan untuk evakuasi warga, penyelamatan korban yang masih terjebak, serta distribusi bantuan pangan dan tempat tinggal darurat. Warga tidak bisa menunggu,” katanya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru terkait jumlah korban di tiga provinsi terdampak. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyebutkan di Sumatera Utara terdapat 217 warga meninggal dunia dan 209 lainnya masih dalam pencarian.
Di Aceh, jumlah korban tewas mencapai 96 orang, sementara 75 orang masih hilang dengan sebaran di 11 kabupaten/kota. Adapun di Sumatera Barat, hingga Minggu (30/11), korban meninggal tercatat 129 orang dan 118 orang masih belum ditemukan. Sebanyak 16 warga lainnya mengalami luka-luka. Kondisi di Sumatera Barat disebutnya tergolong lebih berat ketimbang dua provinsi lainnya. (ads)




































