Foto Antara

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Pengaruh politik Joko Widodo (Jokowi) diprediksi belum akan meredup meski dirinya sudah tidak lagi menduduki kursi Presiden RI. Bahkan, mantan Wali Kota Solo itu dinilai masih memiliki kekuatan besar untuk menentukan arah politik nasional, termasuk masa depan karier politik putra sulungnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pengamat politik Iyyas Subiakto menilai posisi Jokowi masih sangat strategis dalam percaturan politik Indonesia. Pengaruh tersebut bahkan berpotensi semakin kuat apabila Jokowi benar-benar mengambil alih kepemimpinan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Sangat besar apalagi kalau Pak Jokowi akan menjadi ketum PSI,” kata Iyyas dalam keterangannya, Jumat (6/11).

Skenario Jokowi memimpin PSI dinilai bisa menjadi babak baru dalam konsolidasi kekuatan politiknya. Dengan pengalaman sebagai kepala negara selama dua periode dan jaringan politik yang telah dibangun, Jokowi berpeluang tetap memainkan peran penting menjelang Pemilu 2029.

Namun, kemungkinan Jokowi menjadi Ketua Umum PSI tersebut masih sebatas prediksi.

Iyyas juga menyoroti Pemilu 2029 yang dipandang sebagai momentum penting bagi perubahan peta kepemimpinan nasional. Menurutnya, Indonesia tengah memasuki fase peralihan generasi yang seharusnya diikuti transformasi dalam sistem politik dan penyelenggaraan pemerintahan.

“Ini momentum masa transisi antar generasi dan transformasi,” ujarnya.

Dia mengingatkan, regenerasi kepemimpinan tidak boleh hanya menjadi ajang pergantian tokoh atau perpindahan kekuasaan. Lebih dari itu, perubahan generasi harus mampu menghadirkan pemerintahan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Iyyas menegaskan, siapa pun yang berhasil memenangkan kontestasi politik harus menyadari bahwa kekuasaan yang dimiliki merupakan amanah dari rakyat.

“Setelah menang pemilu atau Pilpres mereka adalah pegawai rakyat,” ucapnya. (ads)