
Kanalnews.co, JAKARTA- Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia akhirnya angkat bicara soal tudingan dirinya terlibat dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Bukan sekadar membantah, Bahlil menantang pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut untuk membuktikan ucapannya atau bersiap menghadapi somasi.
Bahlil menegaskan dirinya tidak pernah terlibat dalam skandal penyadapan yang menyeret sejumlah perwira tinggi Polri. Ia justru mengaku menjadi salah satu pihak yang ikut menjadi korban penyadapan.
Pernyataan keras itu disampaikan Bahlil saat menghadiri pelantikan DPD Partai Golkar Maluku, Sabtu (7/11/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti munculnya narasi yang mengaitkan seorang ketua umum partai politik dengan pertemuan bersama mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah pihak sebelum penangkapan.
Menurut Bahlil, informasi tersebut merupakan cerita yang tidak berdasar dan sengaja dibangun untuk membentuk opini publik.
“Kita ini negara demokrasi. Tapi masih ada pihak-pihak yang memanfaatkan ruang demokrasinya itu dengan kebablasan. Tiba-tiba ada satu cerita ngarang dari mana saya tidak tahu yang mengatakan 3 jam sebelum para jenderal-jenderal itu ditangkap, katanya ada ketua umum partai rapat dengan mereka,” kata Bahlil.
Bahlil mengaku heran namanya dikaitkan dengan dugaan penyadapan terhadap Prabowo. Ia menilai tuduhan tersebut tidak masuk akal karena dirinya sendiri mengaku menjadi korban penyadapan.
Ia pun menyindir pihak yang berusaha membangun persepsi seolah-olah dirinya ikut mengatur operasi penyadapan tersebut.
“Jadi ini mereka ingin membangun persepsi, seolah-olah kita ada urusannya dengan penyadapan. Gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan, sementara saya juga disadap. Abuleke ini, asli abuleke, ini asli ilmu abu leke ini. Kreatif dikit gitu lho,” ujarnya.
Bahlil bahkan meminta Polri tidak tinggal diam menghadapi berbagai informasi yang beredar. Ia mendesak aparat mengungkap secara terang siapa saja pihak yang disebut menghadiri pertemuan sebelum penangkapan para jenderal tersebut.
“Jadi saya memohon kepada pihak-pihak yang sengaja menebar hoax terus, disampaikan secara jelas. Dan saya minta kepada aparat penegak hukum, khususnya kepada Polri, ini untuk mengusut tuntas. Kalau memang ada rapat itu, siapa aja, dibuka saja, karena saya merasa tidak pernah melakukan itu,” tegasnya.
Tak berhenti pada bantahan, Bahlil kini memberikan peringatan keras kepada pihak yang terus menyebarkan tudingan tersebut. Ia mengaku sudah tidak ingin memperpanjang persoalan, tetapi informasi yang telanjur menyebar luas di media sosial membuatnya harus mengambil tindakan.
Bahlil memberikan tenggat waktu 3×24 jam agar pihak yang menuding dirinya segera memberikan klarifikasi. Jika tidak, ia memastikan akan melayangkan somasi dan menempuh jalur hukum.
“Tapi tuduhannya kan, awalnya aku nggak mau pusing. Tapi tuduhannya ke sini kan sosmed ini kan gila sekali, udah kemana-mana ini barang. Dan saya kasih waktu, sehabis ini saya akan somasi orang-orang itu, saya akan kasih waktu 3×24 jam, saya akan kasih somasi. Kalau tidak, ya negara kita negara hukum, saya akan menempuh jalur hukum,” ucapnya.
Meski tidak menyebut nama secara langsung, Bahlil memberikan petunjuk bahwa peringatannya ditujukan kepada seseorang yang disebutnya sebagai senior. Sosok tersebut, menurut Bahlil, kerap tampil dalam podcast dan menggunakan kacamata.
Ia menantang orang tersebut untuk membuktikan tuduhannya jika memang memiliki bukti keterlibatan Bahlil.
Di tengah polemik tersebut, Bahlil juga menegaskan posisinya sebagai orang yang menjunjung tinggi kesetiaan. Sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar yang berada dalam koalisi pemerintahan, ia mengaku memegang prinsip loyalitas kepada Presiden Prabowo.
Menurutnya, kesetiaan kepada atasan merupakan bagian dari karakter dan nilai yang harus dijaga dalam menjalankan tugas.
“Salah satu ciri karakter kita orang timur dalam bekerja itu soal kepercayaan itu adalah loyalitas, kesetiaan. Kita ini kan rata-rata kita punya nenek moyang ini kan semua orang-orang setia, orang-orang yang perlu diuji nyalinya, taat,” tuturnya.
Bahlil bahkan melontarkan pernyataan keras dengan menegaskan tidak ada ruang bagi pengkhianatan dalam prinsip hidupnya.
“Jadi kalau kita bawahan, taat sama atasan, loyalitas sama atasan, totalitas, dan itu adalah ciri kita orang timur, bukan ciri pengkhianat. Kita tak ada itu pengkhianat dalam diri kita,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan prinsip yang selama ini dipegangnya dalam menjalankan tugas dan menjaga kepercayaan.
“Saya punya prinsip, mati di medan perang jauh lebih berharga dan bermartabat daripada menjadi pengkhianat atau kembali. Saya ingatkan kepada saudara saya yang coba menghasut sesama anak bangsa, hati-hati, kau jangan coba-coba main-main, om tahu caranya. Dinda, dinda, kanda tahu caranya,” kata Bahlil. (ads)

































