Foto gempa

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Setelah gempa yang terjadi di Cianjur Jawa Barat, banyak bermunculan informasi akan ada gempa lagi karena pergerakan Sesar Cimandiri bahkan hingga erupsi Gunung Gede. BMKG memastikan kabar itu hoax!

Sebelumnya, beredar rekaman suara voice note di media sosial. Dalam rekaman itu, terdengar suara pria yang meminta warga waspada karena akan ada pergerakan Sesar Cimandiri.

“Ijin melaporkan komandan situasi terkait tingkat kewaspadaan info BMKG dan BNPB tingkat waspada tinggi wilayah Sukabumi aktivitas yang dilewati garis pergerakan Sesar Cimandiri satu minggu ke depan,” bunyi rekaman itu.

“Pelabuhan Ratu dan sekitarnya, Cibadak dan Cibolang, Cicantayan dan Cibolang, Sukalarang dan sekitarnya, Baros dan sekitarnya, Salabintana dan sekitarnya, Kadudampit dan sekitarnya,” katanya.

Kepala Stasiun Geofosika Bandung dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Teguh Rahayu, lewat cuitan akun Twitter resmi BMKG, menegaskan sejauh ini pihaknya tidak pernah memberikan informasi tersebut. Sebab, gempa memang tidak bisa diprediksi datangnya.

“Berita tersebut tidak benar dan BMKG tidak pernah menyampaikan serta menyebarluaskan informasi tersebut,” demikian kata Teguh Rahayu dalam surat tersebut.

Selain itu, BMKG juga memastikan kabar mengenai adanya pergeseran lempeng yang mengarah ke Waduk Cirata adalah bohong!

Berikut adalah klarifikasi BMKG:

1. Berita tersebut tidak benar dan BMKG tidak pernah menyampaikan serta menyebarluaskan informasi tersebut

2. Berita itu hanya hoax/isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan membohongi masyarakat, karena isu tersebut tidak mempunyai dasar ilmiah yang jelas

3. Perlu diketahui bahwa sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi dengan tepat, kapan, di mana, dan berapa kekuatan gempa yang akan terjadi

4. Informasi resmi yang diperoleh dari PVMBG, hingga saat ini status Gunung Gede masih dalam status Level 1 (Normal).