Foto Kemenpora

Kanalnews.co, JAKARTA– Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI telah resmi dibuka. Menpora RI Zainudin Amali memberikan sambutan pembuka dengan sebuah pantun.

KLB PSSI digelar di Hotel Shangi-La, Jakarta, pada Kamis (16/2/2023). Dua nama calon Ketum PSSI bakal bersaing ketat antara Erick Thohir dan La Nyalla Mattaliti.

“Suara gemuruh yang menggelar pertanda segera turun hujan. Kongres PSSI segera digelar, untuk kemajuan persepakbolaan,” ujar Amali kemudian disambut tepuk tangan para peserta KLB.

“Bermain bola di kali baru, bola ditendang jauh melambung. Setelah terpilih Ketum baru, mari bersama kita mendukung,” katanya.

Ia pun menceritakan kepemimpinan Muhammad Iriawan yang terpilih di Kongres pada 2019 lalu penuh perjuangan. Dihantam badai Covid-19, dan tragedi Kanjuruhan, Iriawan tetap bekerja keras.

“Alhamdullilah Pak Iwan sudah memimpin PSSI di tengah PSSI yang tidak lebih baik. Pada 2020 COVID-19 sudah melanda kita. Satu yang saya sampaikan stakeholder sepakbola Indonesia, melakukan perbaikan sepakbola Indonesia. Saya ingat betul mengatakan itu pukul 07.30 WIB dengan semangat membuka kompetisi,”

“Tapi pukul 22.30 WIB, saya harus menyatakan seluruh menutup laga. Tapi dengan semangat luar biasa Mochamad Iriawa dan dukungan semua peringkat Indonesia dari peringkat 179 FIFA, hari ini Pak Iwan mengakhiri kepengurusannya dengan peringkat 151,” kata Amali.

“Apresiasi hormat dan bangga pada kepemimpinan Ibul. Sudah COVID-18 ada Kanjuruhan yang membuat luka mendalam. Tapi luar biasa Pak Iwan masih bisa selamat di pelabuhan. Pemerintah sekali lagi menyampaikan terima kasih kepada Mochamad Iriawan.”

Pria asal Gorontalo itu berharap siapapun yang terpilih menjadi pengurus PSSI dapat bekerja dan berkomitmen memajukan sepakbola Indonesia. Hal ini sesuai dengan Inpres nomor 3 tentang Percepatan Sepakbola Indonesia.

“Karena dari data yang ada 70 persen orang suka sepakbola. Jika dikelola dengan baik maka kita mengurus 70 persen kesenangan Indonesia. KLB harus berjalan dengan baik. Jangan sampai karena KLB jadi terpecah,” katanya.

“Dukungan boleh berbeda tapi silakan ditentukan saat pemilihan. Kita harus menjadi satu warga negara RI dan sebagai stakeholder sepakbola,” tuturnya.

“Urus sepakbola jangan pakai perasaan, jangan baper. jangan sampai ada yang dukung calon tapi karena tak terpilih, malah tak mau dukung sepakbola Indonesia. Sebab, sebentar lagi kita jadi tuan rumah FIFA World Cup u-20, ini jadi kebanggaan Indonesia dan masyarakat sepakbola Indonesia. Mari kita sambut gelaran piala dunia u-20,” ucapnya.

“Untuk itu semua stakeholder saya minta dukungan kepada Timnas. ini kebanggaan bangsa kita belum tentu 10 tahun bakal bisa jadi tuan rumah. Jika sukses maka jadi modal kita menjadi tuan rumah pildun senior,” kata Amali yang juga salah satu calon Waketum PSSI.