
Kanalnews.co, JAKARTA– Kemenko PMK mengakui beras bantuan sosial yang dikubur di Depok menang sudah rusak sebelum dibagikan. Namun beras bansos Presiden itu telah diganti.
Demikian hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Andie Megantara. Beras itu kemungkinan berasal dari penyaluran Bansos Presiden Tahap 2 dan 4 Tahun 2020.
Pada tahun 2020, pemerintah memang membagikan Bantuan Presiden berupa beras 25 kilogram pada tahap 2 dan 4 untuk 1,9 juta KPM di wilayah Jabotabek.
“Beras tersebut memang benar Banpres tahun 2020 yang kondisinya pada saat ditimbun sudah tidak layak konsumsi karena beras rusak dalam perjalanan menuju penyaluran ke KPM,” kata Andie dalam keterangannya, Selasa (2/8).
“Didapat keterangan bahwa jumlah beras diperkirakan kurang lebih 1 ton yang kondisinya pada saat ditimbun sudah tidak layak konsumsi karena beras rusak dalam perjalanan menuju KPM,” dia menambahkan.
Meski begitu, Andie menyebut beras sudah diganti dan dibagikan kepada masyarakan KPM. Pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh JNE.




































