Kanalnews.co, BANJARNEGARA– Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menyatakan akan menganggap Covid-19 seperti virus biasa. Dia ingin meniru kebijakan Singapura yang mengajak warganya hidup berdampingan dengan Covid-19.

Kebijakan itu akan dilakukan jika mendapat restu dari Presiden Joko Widodo melalui surat terkait resmi otonomi daerah dalam menangani pandemi Covid-19.

“Saya malah mau tiru Singapura. Kalau Pak Presiden Jokowi resmi menerbitkan surat dengan otonomi daerah silakan Bupati/Walikota boleh menentukan kebijakan masing-masing, berani saya tiru Singapura. Enggak ada Covid, yang ada influenza biasa, meriang biasa, yang sesak itu jantung. Diberi obat biasa saja, yang sesak nafas dilihat jantungnya, mungkin butuh ring atau bypass. Tidak terus covad-covid,” ujar Budhi.

Budhi menilai virus corona sebenarnya sudah ada sejak 2014, dan bahkan telah dipelajari dalam buku pelajaran kelas 2 SMP. Budhi melihat isu Covid-19 saat ini terlalu berlebihan sehingga menimbulkan kecemasan dan ketakutan masyarakat.

“Corona virus itu sebenarnya orang pada tahu semua. Sejak tahun 2014 sudah ada. Bahkan ada bukunya, di pelajaran kelas 2 SMP. Ini saya pegang bukunya. Corona virus itu ya influenza, yang pada meninggal itu ya sebenarnya jantung, orang sakit jantung dikasih oksigen saja sama antibiotik ya meninggal,” ujar Budhi.

Selama pandemi, Budhi mengaku tak banyak mengalihkan dana atau refocusing anggaran APBD untuk penanganan Covid-19. Dia memilih memperbanyak proyek infrastruktur dalam membangun daerahnya.

“Saya lihat dari awal sudah enggak pas. Pak Mendagri mempersilakan harga masker yang tadinya 3 ribu boleh jadi 5 ribu, yang APD tadinya cuma 400 ribuan boleh jadi 1,5 juta. Saya lebih baik milih ke infrastruktur saja. Refocusing untuk Covid setahun lalu hanya senilai Rp1 miliar,” kata Budhi.

Sebelumnya, pemerintah Singapura telah menyatakan akan menganggap virus corona sebagai endemik. Bahkan mereka tengah menyusun roadmap hidup bersama Covid-19.