
Kanalnews.co, JAKARTA – Setelah maraknya kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) menonaktifkan sementara 56 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Salah satunya yang dinonaktifkan adalah beberapa dapur MBG di Bandung Barat.
Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang mengungkapkan tidak mentolerir kejadian yang mengancam keselamatan siswa. Beberapa SPPG yang dinonaktifkan adalah SPPG Bandung Barat Cipongkor Cijambu, SPPG Bandung Barat Cipongkor Neglasari, SPPG Bandung Barat Cihampelas Mekarmukti, dan SPPG Banggai Kepulauan Tinangkung (Sulawesi Tengah).
“Setiap SPPG wajib mematuhi standar keamanan pangan yang sudah ditetapkan,” ujar Nanik melalui keterangan tertulis.
“Nonaktif sementara ini adalah bagian dari proses evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Keselamatan masyarakat, terutama anak-anak penerima MBG jadi prioritas utama,” tegasnya.
Puluhan MBG tersebut saat ini tengah menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Setelah hasilnya keluar, BGN akan mengetahui langkah selanjutnya.
“BGN berkomitmen penuh agar insiden serupa tidak terulang kembali. Dengan langkah penguatan pengawasan, kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG tetap terjaga,” tegasnya. (ads)




































