Partai Demokrat diprediksi bakal moncer dalam kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Sempat turun drastis elektabilitasnya di dua Pemilu terakhir, Demokrat dinilai bakal masuk tiga besar perolehan suara di Pemilu mendatang.
Prediksi itu berdasarkan pada hasil survei New Indonesia Reaserch & Consulting Mereka melakukan survei pada medio 21-30 Juli 2021. Metodenya dengan menelepon kepada 1.200 orang dari responden survei sebelumnya yang pernah mereka lakukan pada 2019 lalu dengan acak.
PDI Perjuangan kokoh di posisi pertama dengan elektabilitas mencapai 19,8 persen. Kemudian Partai Gerindra di posisi kedua dengan elektabilitas 10,4 persen. Yang mengejutkan ialah Partai Demokrat karena menanjak keterpilihannya ke posisi ketiga dengan hasil survei 10,1 persen.
“Partai utama PDIP dan Pantai Gerindra terus dibayangin oleh partai Demokrat di posisi ketiga yang trennya terus menanjak dan berpeluang untuk menang dalam Pemilu 2024 yang akan datang”. Ungkap Direktuk Eksekutif New Indonesia Reaserch & Consulting Andreas Nuryono, dalam rilis hasil surveinya, Minggu (8/8).
Apa yang dicatatkan oleh Partai Demokrat ini tentu cukup bagus, karena ada peningkatan dibandingkan hasil survei di 2020 sampai awal tahun ini yang masih berkisar 3 persen. Demokrat mengungguli Golkar, yang dalam survei ini mengalami penurunan karena diprediksi cuma dapat 7,3 persen suara.
Menurut Andreas, langkah positif Partai Demokrat ini dihasilkan karena berada di luar pemerintahan dan mencitrakan dirinya sebagai partai oposisi utama. Tetapi, kondisi itu tak berimbas ke PKS. Partai yang berbasis agama dan menegaskan sebagai oposisi pemerintah itu hanya mendapatkan elektabilitas sebesar 4,8 persen saja.
“Citra Demokrat semakin baik karena upaya kubu Moeldoko yang sempat ingin membelah internal partai, ternyata berhasil diselesaikan. Sedangkan PKS terpengaruh oleh pecahannya (Partai Gelora), yang terus membayangi (elektabilitasnya)” papar Andreas.
Menariknya, dari hasil survei New Indonesia, partai baru Gelora menunjukan eksistensinya dengan raihan 1,1 persen. Partai baru lainnya (Ummat) yang diketuai oleh Amien Rais mendapatkan (1,7 persen) dan membuat PAN yang merupakan rumah lama Amien Rais tergerus suaranya berada di kisaran 1,2 persen.
Di posisi papan tengah, ada PKB dengan 5,7 persen, PSI (5,3 persen), Nasdem (3,5 persen), dan PPP (2,0 persen). Di papan bawah, ada partai Perindo (0,7 persen), Hanura (0,5 persen), Berkarya (0,4 persen) dan partai lainnya (0,3 persen). Sementara itu, ada 25,2 persen responden yang tak menjawab atau memilih tidak tahu.
New Indonesia Research and Consulting sendiri menyebut survei yang mereka lakukan memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan Margin of Error +2,89 persen. (don)


































