Kanalnews.co, WAISAI – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, hari ini meninjau sentra vaksinasi Covid-19 yang digelar di pusat pemerintahan Kabupaten Raja Ampat, Waisai, Papua Barat, Rabu (27/10).

Sentra vaksinasi tersebut diketahui terselenggara atas kerja sama Kemenparekraf/Baprekraf dengan Antis, BNI, homecare24, Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat serta Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat.

Fasilitas serbuan vaksinasi diberikan kepada masyarakat umum dan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, yang telah berlangsung selama dua hari, yakni sejak 26 Oktober hingga 27 Oktober 2021, dengan target penerima vaksin sebanyak 1.200 orang.

“Hari ini saya sangat berbahagia bahwa bentuk dari geber yaitu gerak bersama Parekraf Peduli menghadirkan serbuan vaksin di Raja Ampat dengan target 1.200 orang,” kata Sandiaga Uno di Pelabuhan Marina Waisai Raja Ampat, dikutip dari keterangan persnya.

Sandiaga mengatakan, kehadiran sentra vaksinasi ini diharapkan dapat membantu percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Raja Ampat yang ditargetkan mencapai angka 70 persen akhir tahun.

“Ini yang akan membantu target Pak Bupati mencapai angka 70 persen di akhir tahun. Sehingga, ketika nantinya ada penyelenggaraan kegiatan side event G20 tahun depan, Raja Ampat sudah lebih siap dan terlindungi dari Covid-19,” sambungnya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan per 26 Oktober 2021, tingkat vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Raja Ampat baru mencapai 31,82% untuk vaksinasi dosis pertama, sementara vaksinasi dosis kedua 16,58%.

Karenanya, Sandiaga mengajak masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan vaksinasi yang disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Ia berharap, kehadiran sentra vaksinasi ini dapat membantu percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Raja Ampat yang ditargetkan mencapai angka 70 persen akhir tahun.

“Vaksinasi harus diiringi dengan protokol kesehatan, aplikasi PeduliLindungi dan semua kelengkapan mengenai testing, tracing, and treatment. Harapannya lapangan kerja akan terbuka seluas-luasnya untuk masyarakat Raja Ampat dan Papua Barat,” tutur Sandi.

Diketahui, hingga hari ini telah lebih dari 532.331 masyarakat yang telah divaksin melalui sentra vaksinasi yang berkolaborasi dengan Kemenparekraf/Baparekraf, yang tersebar di 67 lokasi di berbagai daerah.

Sertifikasi Indonesia Care

Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga turut menyerahkan sertifikasi Indonesia Care berbasis CHSE (cleanliness, health, safety, dan environment sustainability) kepada lima pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Raja Ampat, yakni Resort Papua Explorers, Papua Diving Resorts, Raja Ampat Dive Lodge, Misool Resort, dan RAJA4DIVERS.

Sertifikasi Indonesia Care merupakan hal yang sangat penting bagi sektor parekraf untuk memulihkan kepercayaan wisatawan dan menggeliatkan kembali aktivitas parekraf. Selain itu, sertifikasi ini juga sebagai jaminan bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi standar dan protokol kesehatan.

“Ini adalah bagian dari the new normal. Di mana pariwisata dan ekonomi kreatif much cleaner, much healthier, much safer dan yang paling penting adalah terjaganya keberlanjutan lingkungan,” kata Sandi.

Pada 2020 lalu, pelaku usaha yang telah tersertifikasi CHSE sebanyak 5.863 usaha. Tahun ini, ditargetkan sebanyak 6.300 pelaku usaha yang tersertifikasi CHSE. (RR