KANALNEWS.co, Jakarta – PT Pertamina (Persero) tidak ambil pusing terkait dibubarkannya PT Petral oleh Pemerintah pada minggu lalu. Bagi Pertamina yang terpenting adalah bagaimana langkah-langkah pemerintah pasca pembubaran anak perusahaan Pertamina yang berpusat di Singapura itu.
Vice Presiden Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, menegaskan, Pertamina tidak ada masalah Petral dibekukan oleh pemerintah
“Kita sudah sampaikan bahwa Petral tidak memiliki fungsi signifikan, karena fungsi pengadaan bahan bakar minyak (BBM)sekarang ada ISC (integrated supply chain) Pertamina,” kata Wianda di Jakarta, Selasa (28/4/2015).
Menurut Wianda yang terpenting adalah bagaimana pemerintah mengambil langkah-langkah paska pembubaran Petral terkait dampak finansial dan sejumlah aset Petral, apakah akan diserahkan langsung ke Pertamina.
Menyinggung soal audit forensik di tubuh Petral, Wianda Pusponegoro, menjelaskan, hal itu bisa saja dilakukan. Namun, menurutnya, harus ada ketentuan yang jelas, misalnya, apa yang menjadi penyebabnya.
“Kalau mengeneai audit forensik itu harus ada ketentuannya yang dijalankan oleh pemegang saham Perseroan yakni Kementerian BUMN dan direksi Pertamina,” ungkapnya.
Ditambahkan, soal aset Petral, apakah itu akan dialihkan ke Pertamina Energy Service (PES), selaku anak perusahaan yang membidangi trader. Mengenai hal ini, kata dia, Pertamina masih akan membicarakannya dengan Pemerintah, dalam hal ini kementerian BUMN. “Kita masih menunggu arahan pemerintah,” pungkas Wianda Pusponegoro. (Mulkani)



































