KANALNEWS.co – Jakarta, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu mendorong dan meminta Pemerintah Daerah (pemda) di seluruh Indonesia untuk mendokumentasikan karya kreatif lokal, kekayaan budaya dan kearifan lokal di daerah masing-masing.
“Pemda harus didorong untuk memulai proses mendokumentasikan kekayaan budaya dan kearifan lokal daerahnya masing-masing,” ujar Mari Elka Pangestu dalam acara Panglaykim Memorial Dialog 2012 di Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Menurutnya, hal tersebut sangat penting dilakukan, selain sebagai salah satu basis pengembangan ekonomi kreatif juga akan melindungi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari klaim pihak lain.
Perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia akan bergerak lebih cepat bila didukung oleh Pemda yang merupakan pihak yang paling memahami apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif di daerahnya masing-masing.
Kota Bandung Jawa Barat, misalnya, termasuk salah satu daerah yang progresif dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Mereka lebih dulu memiliki cetak biru (blue print) untuk ekonomi kreatif sebelum pemerintah pusat. Komunitas kreatif mereka juga jumlahnya mencapai ratusan.
Contoh lainnya Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, juga cukup maju dalam memfasilitasi ekonomi kreatif karena mereka yakin sektor ini memberikan kontribusi yang besar.
“Solo berupaya untuk menjaga kelangsungan sanggar seni agar tetap ada orang yang belajar musik dan tarian tradisional,” katanya.
Indonesia memiliki berbagai keunggulan mulai dari aspek kekayaan budaya, konsumsi dalam negeri yang besar serta jumlah kaum muda kreatif yang banyak.
Menurutnya, hal yang perlu dilakukan adalah melepaskan potensi kreatif dan mengembangkan bakat-bakat kreatif yang sudah ada secara berkesinambungan, membuat ekosistem yang kondusif dan perlindungan HAKI.
“Dalam 10 tahun dari sekarang saya berharap Indonesia memiliki i-Pop bisa berupa musik dangdut atau keroncong, desainer fesyen kita bisa memajang hasil karyanya di New York, dan film-film produksi Indonesia menjadi mendunia,” demikian Mari Elka Pangestu.
Penulis : Lidya Dara
Editor : Herwan Pebriansyah








































