Kanalnews.co TUBAN – Kunjungi wisata pantai semilir Desa Socorejo Kecamatan Jenu Tuban, Kepala Perwakilan (KPW) Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, merasa kaget ketika melihat kondisi pantai tersebut.

“Terus terang saya surprise, kaget, dalam pengertian gembira, ternyata di Tuban ada kawasan pantai yang di kelola dengan baik” ujar Defi panggilan akrabnya

Ia mekankan banyak pantai di Indonesia ini, tapi yang di kelola dengan baik ini tidak banyak. Sehingga dirinya angkat topi dengan pengelolaan Bumdes di pantai semilir ini.

Lebih lanjut Defi mengungkapkan, Ini kunjungan dirinya yang pertama, kedepan ia akan melihat lagi terkait sinergi apa yang akan kita lakukan dengan pantai semilir.

“Kami sangat ingin ini bisa menjadi primadona wisata di kabupaten Tuban, Selasa (23/3/2021” ungkapnya

Saat di tanya oleh awak media terkait alasan memilih pantai semilir, Defi mengucapkan, pantainya bersih, kemudian pengunjungnya juga rileks, dan makanannya juga enak.

“Kawasan ini sangat berpotensi untuk berkembang kedepan di wilayah pantura” ucapnya

Selama ini BI di kabupaten Tuban lebih sering membantu batik tenun, untuk pariwisata memang belum pernah di bantu. Ia menjelaskan ini baru lima bulan di bantu oleh bank Jatim.

“Insyallah kedepan saya melihat potensi bank masuk pariwisata ini sangat besar. Yang terpenting pengelolaannya saja” jelas KPW Jatim, Defi Ahmad Johansyah.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Socorejo, Zubas Arief Rahman Hakim saat di konfirmasi menuturkan, terima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh BI Jatimdan bank Jatim ke pantai semilir.

“Saya sangat bersyukur, sekelas KPW BI sudah mau berkunjung di pantak semilir dan mau mencicipi makanan yang ada di wisata tersebut” tutur Mantan Aktivis PMII Jogja tersebut.

Sementara itu Kang Arief sapaan akrabnya juga menegaskan, pihaknya sudah melakukan upaya untuk menambah fasilitas umum agar pengunjung merasa nyaman.

“Kami dari pemerintah desa dan Bumdes terus berbenah, agar wisata ini bisa lebih besar lagi. Selain itu masuk pantai semilir tidak di pungut biaya seperser pun alias gratis” pungkas Arief kades milenial itu. (swt)