KANALNEWS.co, Jakarta – Perayaan Hari Raya Idul Adha (Hari Raya Haji) bagi masyarakat Negeri (Desa) Hualoy merupakan hari yang paling ditunggu. Sudah menjadi tradisi turun temurun bagi masyarakat negeri yang terletak di Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku ini untuk menyambut hari tersebut dengan berbagai kegiatan.
Salah satu yang paling ditunggu warga adalah pawai dan karnaval keliling desa sambil mengarak kurban sebelum disembelih. Pawai yang oleh masyarakat setempat lebih dikenal sebagai hodrat (hadarat) itu selain diramaikan masyarakat Negeri Hualoy, juga para perantau asal negeri tersebut yang tersebar di Kota Ambon dan sekitarnya maupun yang berada di kota-kota lain seperti Jayapura, Makassar, Surabaya hingga Jakarta.
Melalui SMS (pesang singkat) kepada seorang Tokoh di Jakarta, Jumat (25/9), Raja (Kepala Desa) Negaeri Hualoy, Sulaiman Lussy, menuturkan, momentum hadarat paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat, sehingga dari waktu ke waktu tradisi hadarat ini akan terus dikembangkan karena bisa dijadikan sebagai obyek wisata yang membanggakan.
“Ke depan kami ingin menjadikan tradisi hadarat ini seperti yang dilakukan di Desa Mamala/Morela dengan tradisi pukul sapu pada setiap 7 hari setelah Hari Raya Idul Fitri,” katanya Sulaiman Lussy.
Ia juga berharap, pihak terkait seperti Dinas Pariwista Kabupaten SBB memasukkan tradisi hadarat ini sebagai salah satu obyek wisata di Kabupaten SBB. “Meskipun gaungnya sudah semakin meluas dan mulai mendatangkan masyarakat lain dari desa-desa tetangga, kami tetap berharap pihak Dinas Pariwisata ikut mempromosilkan tradisi ini agar bisa menjadi salah satu destinasi wisata di SBB,” tukasnya.
“Sebenarnya saat Musrembang sudah beberapa kali saya usulkan, tapi untuk saat ini yang sudah disetujui oleh Dinas Pariwisata sebagai obyek wisata di Negeri Hualoy baru Masjid Lawataka sebagai masjid tertua dan Benteng Masahatu,” jelasnya.
Terkait jumlah hewan kurban yang terkumpul di panitia hingga Kamis pagi tercatat sebanyak 6 ekor sapi dan 2 ekor kambing. “Untuk pemotongan sapi sudah dilaksanakan sejak pagi usai shalat Ied, sedangkan kambing baru disembelih setelah diarak keliling negeri,” tukasnya.
Sulaiman juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para perantau yang tersebar di berbagai kota di tanah air atas sumbangsih yang diberikan dalam mensukseskan kegiatan tersebut. “Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada saudara-saudara saya yang berada di rantau atas partisipasi yang mereka berikan. Semoga mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT,” pungkasnya. (Mulkani)









































