Foto IG achmadrichard18

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Sudah empat hari sejak tragedi Kanjuruhan terjadi, PSSI dan PT Liga Indonesia belum juga menunjukkan bentuk tanggung jawabnya. Keduanya diminta segera mundur!

Demikian hal itu disampaikan oleh Ketua Forum Komunikasi Supporter Indonesia. Ia menilai PSSI dan LIB harus mundur sebagai tanggung jawab moral.

Richard menilai PSSI dan LIB sudah terbukti salah dengan tidak mengindahkan rekomendasi polisi agar laga Arema FC vs Persebaya Surabaya tidak digelar malam hari. Federasi dan operator dianggap hanya mengutamakan rating.

“Kejadian ini kan pihak Kepolisian sudah menyampaikan keberatan kalau bermain malam. Tetapi, LIB tidak mengindahkan itu. Justru mengeluarkan surat kembali agar pertandingan dimainkan sesuai jadwal semula,” kata Richard.

“Jadi, ini kemauan LIB dan Federasi yang hanya mengejar rating. Justru dalam arahan itu, stadion itu 38 ribu, panitia mencetak 42 ribu. Itu SOP sudah jelas. Di satu sisi, keamanan juga tidak memberhentikan pertandingan, justru memuluskan pertandingan. Yang disampaikan Pak Mahfud adalah itu. Ini ada tujuan pidana di luar dari area stadion. Ada komunikasi di luar itu yang lagi dikejar terkait pidana.”

Menurut mantan Ketua The Jakmania itu untuk mempertanggung jawabkan kejadian ini, tidak cukup jika hanya mencopot Kapolres Malang. Tetapi juga Kapolda Jawa Timur, Kapolri, termasuk Ketum PSSI Mochammad Iriawan yang harusnya berbesar hati mundur.

“Sama halnya kalau panitianya yang bertanggung jawab, LIB yang bertanggung jawab, LIB di atasnya PSSI, berarti Iwan Bule-nya juga harus bertanggung jawab. Yang secara moral dia harus mengundurkan diri,”

Richard menilai Iriawan atau Iwan Bule harus bertanggung jawab dengan mundur dari jabatannya karena membiarkan operator liga untuk tidak melaksanakan saran polisi. Namun mundurnya dari PSSI bukan untuk cuci tangan, tetapi agar pemeriksaan bersifat independen.

“Supaya pemeriksaan independen, Iwan Bule harus meletakan jabatan agar tak ada campur tangan seolah-olah memberikan coba pengurus antisipasi bikin a, b, c, begitu gambarannya. Harus segera kita dorong bersama-sama,” tegasnya. (ads)