KANALNEWS.co – Jakarta, Ketua Harian Persipura Jayapura La Siya mengatakan, Badan Tim Nasional (BTN) atau khususnya manajemen timnas senantiasa akan menghadapi kendala terkait masa persiapan yang sempit.
Menurutnya, tanpa bermaksud menyalahkan BTN, hal itu memang sudah menjadi sesuatu yang lumrah untuk Indonesia karena penyesuaian dengan jadwal kompetisi dan klub-klub yang pemainnya dipanggil.
Ketua Umum Koni Jayapura itu juga menyerukan dan ikut mendukung penuh wacana pelengkapan komposisi personalia BTN. Misalnya, adanya peranan administrator yang bertanggung-jawab atas fungsi-fungsi administrasi.
“Hal ini menjadi lebih penting mengingat masa persiapan yg sempit, sementara jajaran pelatih juga baru,” ujarnya di Jakarta Senin (4/3/2013).
La Siya menganggap penting jika BTN kembali memanggil orang-orang yang sudah terbukti mampu menjalankan fungsi fungsi administrasi secara kompeten.
Sebelumnya, sudah ramai disebut-sebut kemungkinan akan dipanggilnya kembali toloh-tokoh seperti Andi Darussalam Tabusalla, Demis Djamaoeddin dan Chandra Solekan untuk ‘menyempurnakan’ perjalanan BTN. ADS, sapaan akrab Andi Darussalam, dinominasi untuk posisi manajer tim, sementara Demis Djamaoeddin dan Chandra Solekan sebagai administrator.
Hal senada juga dikemukakan oleh CEO Arema Cronus Iwan Budianto yang akrab disapa dengan IB sangat mendukung langkah penyempurnaan BTN dengan memanggil orang-orang lama yang memiliki kemampuan manajerial dan profesional.
Mantan manajer Persik Kediri ini menambahakan, nama-nama seperti Andi Darussalam Tabusalla, Demis Djamaoeddin dan Chandra Solekan dinilainya sebagai orang-orang yang memiliki kapabilitas tinggi untuk segera memahami karakter para pemain.
“Sementara pelatih mungkin terkendala bahasa maka kita perlu orang-orang yang bisa dengan cepat merangkul pemain dan mendekatkan mereka dengan jajaran pelatih,” tandas IB, yang juga mantan manajer Persisam Samarinda ini.
Editor : Herwan Pebriasnyah






































