Foto: Dok. KemenPPPA

Kanalnews.co, JAKARTA — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Ilmuwan Muslimah Indonesia atau biasa disebut Majelis Alimat Indonesia (MAI) pada Kamis, (15/8/2024)

Dalam pembukaan yang bertajuk “Optimalisasi Peran Cendekiawan Muslimah menuju Indonesia Emas” tersebut, Menteri PPPA menegaskan peranan penting perempuan dalam membangun bangsa, terutama pada cendekiawan muslimah.

“Kegiatan Rakernas ini merupakan momentum yang signifikan dalam memberikan sumbangsih nyata bagi perempuan, oleh Majelis Alimat Indonesia. Saya berharap para peserta dapat aktif berdiskusi dan bermusyawarah. Diskusi yang produktif dan kolaboratif adalah kunci keberhasilan. Demikian juga harapan saya Rakernas ini dapat diwujudkan dalam program yang nyata dan berdampak tidak hanya bagi perempuan di Majelis Alimat Indonesia tapi lebih luas bagi perempuan Indonesia,” ujar Menteri PPPA, dilansir dari siaran pers KemenPPPA.

Lebih lanjut, Menteri PPA mengungkapkan bahwa MAI dapat menjadi menjadi jawaban dalam mewujudkan cita-cita bersama untuk memajukan Indonesia. Menurutnya, dalam upaya tersebut memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya para cendekiawan Muslimah.

“Dalam realita masih terjadi kesenjangan antara perempuan dan laki-laki yang terlihat pada berbagai indeks dan data, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks Pembangunan Gender (IPG), Indeks Pemberdayaan Gender (IDG), serta Indeks Perlindungan Anak (IPA). Untuk itu, hadirnya Majelis Alimat Indonesia dapat menjadi jawaban untuk mencapai tujuan ini. Seluruh elemen masyarakat harus bergerak bersama, termasuk para cendekiawan Muslimah, untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju dengan kesejahteraan yang merata, keadilan sosial, dan kemajuan di berbagai bidang termasuk bagi perempuan dan anak,” ungkap Menteri PPPA.

Dalam agenda tersebut, juga digelar pameran buku yang merupakan karya-karya perempuan, dan buku-buku yang terkait isu perempuan. Adapun tujuan digelarnya pameran tersebut yakni, membangun budaya membaca, menulis, serta riset, khususnya di kalangan akademisi perempuan.

Menteri PPPA menilai, peningkatan kontribusi dan partisipasi perempuan dalam bidang pengetahuan sangat diperlukan, mengingat perempuan menjadi pilar utama dalam keluarga yang menjadi contoh bagi generasi mendatang.

Selain itu, Menteri PPPA juga mengapresiasi Majelis Alimat Indonesia yang agenda menginisiasi Rakernas tersebut. Ia berharap, melalui Rakernas komitmen organisasi dalam menyatukan cendekiawan muslimah dapat menguat, serta dapat menjadi wadah menghadirkan gagasan dan ide baru yang mampu menjawab tantangan regional maupun global.

“Saya berharap dengan kolaborasi yang kuat, komitmen yang tinggi, dan dedikasi yang tak pernah surut, peran cendekiawan Muslimah dapat mengoptimalkan terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Bagi para ibu-ibu yang tergabung dalam Majelis Alimat Indonesia, mari kita jadikan ekonomi syariah sebagai salah satu motor penggerak utama dalam mencapai tujuan besar ini serta perempuan menjadi pelaku utama dalam setiap langkah yang diambil,” tutup Menteri PPPA.

Di sisi lain, Ketua Umum MAI, Sylviana Murni menyampaikan pentingnya penerapan konkret dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) melalui program kerjanya.

Sylviana juga menekankan bahwa penandatanganan MoU tidak cukup sebagai formalitas. Namun juga harus selaras dengan langkah-langkah yang nyata. (aof)