
Kanalnews.co, SINTANG – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengantisipasi demam berdarah pasca banjir di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Ia memastikan 21 puskesmas yang ada di Kabupaten Sintang, 20 diantaranya telah memiliki fasilitas rawat inap.
“Saya lihat masih ada yang sakit karena terdampak banjir ini, terutama demam berdarah. Ini saya mohon diwaspadai betul. Yang lain, misalnya, gatal-gatal, diare, sudah bisa dieliminasi, diatasi dengan baik,” katanya.
Dia pun menyebut aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah sudah mulai dilaksanakan. Harapannya, semua aktivitas dapat berjalan lancar dan kondisi kehidupan masyarakat makin baik.
“Nanti tinggal penanganan untuk tahap rekonstruksi terutama penanganan aliran sungai yang kemarin menjadi sumber banjir ini,” ujarnya.
Menurutnya, apakah nanti akan dibangun bendungan penyangga atau nanti akan dilakukan secara pengerukan. Saat ink sedang dikaji saksama antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.
“Saya yakin dengan kunjungannya Pak Presiden kemarin dan juga didampingi Pak Menteri PUPR, pasti sudah memiliki gambaran langsung di lapangan dan beliau pasti akan membuat keputusan secepat mungkin,” katanya. (RR)




































