Kanalnews.co, SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melakukan penutupan terhadap Bioskop Moviplex yang sebelumnya diketahui telah melakukan operasional. Kenapa?
Dilansir dari radarsukabumi.com, penutupan tersebut dilakukan terkait dengan pengkajian dan penerapan protokol kesehatan (Prokes). Selain itu, belum adanya izin operasional dari pemerintah daerah yang dikantongi pihak Moviplex.
“Sekarang kita hentikan dulu, kita berikan teguran,” ujar Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Dida Sembada.
Teguran tersebut dilakukan lantaran pihak bioskop telah lebih dulu menginformasikan pembukaan ke masyarakat. Sementara surat izin operasional yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah belum keluar.
Dalam kunjungannya, Sekda Dida didampingi oleh Kapolres Sukabumi Kota AKBP Zainal Abidin serta Dandim 0607 Letkol (Inf) Danang Prasetyo untuk melakukan pengecekan ulang kesiapan bioskop dalam melaksanakan operasionalnya nanti setelah dikeluarkannya surat izin operasional.
“Rancangan SOP nya sudah dibuatkan. Kita mengecek langsung untuk meyakinkan SOP tersebut berjalan saat pembukaan bioskop nanti,” tutur Dida.
Dida menerangkan, hasil tinjauan tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Walikota Sukabumi sebagai bahan pertimbangan mengeluarkan surat Izin operasional. Dida juga meminta, pihak bioskop untuk melakukan penjualan tiket secara online agar mencegah terjadinya kerumunan.
“Kita mintakan untuk tiket dijual online. Sedangkan, secara keseluruhan penerapan Prokes sudah dipenuhi,” katanya.
Sementara itu, Direktur PT Sumber Kebajikan Abadi Agus Santoso selaku pemilik Moviplex mengakui kesalahan yang dilakukan pihaknya terkait belum adanya izin operasional. Namun, ia mengaku bahwa secara verbal (perihal izin) sudah terpenuhi, apalagi menurutnya pemerintah pusat sudah memperbolehkan.
“Kita menerima saja teguran dari pemerintah, ada miss komunikasi sedikit. Sebenarnya sudah terpenuhi secara verbal,” ungkap Agus.
Agus juga mengatakan pihaknya akan memberhentikan sementara penjualan tiket sembari menunggu surat izin operasional tersebut rampung. “Sementara, yang sudah membeli tiket kita biarin, sambil menunggu surat,” katanya. (Kin)





































