KANALNEWS.co, Jakarta – Raja Sapta Ervian akhirnya secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta untuk periode 2015-2017.

Dengan terpilihnya Eyi sapaan akrab Raja Sapta Ervian pada acara Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI DKI Jakarta yang berlangsung di GOR Pulogadung Jakarta Timur, Jakarta, Sabtu (28/3/2015) menjadikannya sebagai ketua Koni termuda sepanjang sejarah.

Eyi sejak awal memang sudah diprediksi bakal memimpin KONI DKI Jakarta setelah mendapat dukungan mayoritas dari pemegang hak suara. Saat berlangsungnya Musorprovlub, Eyi didukung oleh 48 pemegang hak suara dari 56 yang hadir.

Terpilihnya Eyi sesungguhnya untuk menggantikan posisi mantan Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Winny Erwindia yang telah mengundurkan diri jabatannya pada 15 Januari 2015 lalu. Winny mundur dan saat ini ditahan oleh Kejagung akibat tersangkut masalah korupsi saat ia masih menjabat sebagai Dirut Bank DKI. Masa jabatan Winny seharusnya terhitung sejak 2013 hingga 2017 mendatang.

Di usianya yang masih menginjak 33 tahun Eyi, putra keempat Wakil Ketua Umum MPR Oesman Sapta ini selain tercatat tokoh termuda sebagai Ketua Umum KONI Daerah termuda se-Indonesia juga sebelumnya menjadi ketua umum ketua Forki termuda.

“Ini adalah sebuah tantangan yang harus saya jawab. Dukungan yang telah diberikan kepada saya tentu tak ingin saya sia-siakan,” ujar Eyi dalam sambutannya usai ditetapkan sebagai ketua Umum Koni DKI Jakarta.

Tantangan terbesar yang akan dihadapi Eyi adalah mempertahankan gelar juara umum di ajang PON yang akan berlangsung di Jabar 2016 mendatang. Di ajang PON Riau 2012 DKI  Jakarta keluar sebagai juara umum dengan selisih 11 medali emas dibanding runner-up kontingen Jabar.

Dalam prescon pertamanya Eyi mengatakan, pihaknya juga telah membentuk tim formatur yang bertugas menilai pengurus KONI DKI selama 30 hari ke depan.

“Jadi tidak ada pergantian pengurus saat ini sambil menunggu tim formatur mengevaluasi terhadap seluruh pengurus KONI DKI,” ujarnya.

Selain itu Ia menegaskan, dirinya akan mengundurkan diri sebagai Ketum Forki DKI sebagai bentuk efisiensi organisasi. Eyi baru terpilih untuk kedua kalinya sebagai Ketua Umum PB.Forki pada 2014 lalu.

“Saya minta pengurus inti KONI DKI juga tidak boleh merangkap jabatan di cabang olahraga,” tegasnya.

Dalam kepemimpinannya, Eyi berkomitmen akan setransparan mungkin dalam penggunaan dana hibah yang diterima dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta setiap tahunnya. Ia kembali menegaskan, jika poin tersebut tidak terpenuhi dana tidak akan dicairkan.

“Saya tidak akan cairkan. Karena ini uang negara, cost recorvery yang berimplikasi pidana. Dalam pencairan anggaran, rasionalitas yang diajukan oleh setiap pengurus cabor mesti ada parameter yang jelas dari aspek pembinaan atlet dan pengelolaan keuangan negara harus sesuai,” paparnya.

Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadisorda) DKI Jakarta, Zainal Soleman menambahkan, dengan terpilihnya Eyi menjadi Ketum, KONI DKI diharapkan mampu mempertahankan gelar juara umum pada PON XIX Jawa Barat 2016 mendatang.

“Mudah-mudahan dengan terpilihnya Eyi, Pak Gubernur DKI lebih mensupport bukan hanya sarana tapi anggaran juga,” katanya.

Editor : Herwan Pebriansyah