KANALNEWS.co, Jakarta – Kembalinya mantan pelatih Barcelona Pep Guardiola ke Nou Camp saat membawa timnya Bayern Muenchen menghadapi El Barca di laga pertama semifinal Liga Champions yang digelar pada Rabu malam atau Kamis (7/5) dini hari, pukul 01.45 WIB.
Pelatih berkepala plontos itu menggenggam seonggok prestasi sebagai pelatih yang telah menyabet 14 gelar domestik dan internasional termasuk dua gelar Liga Champions bersama Barecelona. Empat tahun bertabur kejayaan dan kemuliaan. Mantan gelandang Barcelona itu membesut Bayern Muenchen menghadapi skuat berjuluk “Blaugrana” dalam laga Liga Champions yang digelar di Stadion Nou Camp.
Guardiola membawa Muenchen menjadi juara Bundesliga musim kompetisi 2014/15. Ia berhadapan dengan Luis Enrique sebagai mantan sejawatnya ketika mereka masih membela Barcelona sebagai pemain.
Barca kini bertengger di posisi puncak klasemen La Liga dan hendak melengkapi capaian prestasi di ajang kompetisi Liga Champions. Penampilan Barca sedang oke. Lionel Messi dan kawan-kawan mengaramkan Getafe 6-0 dan melipat Cordoba 8-0 dalam laga pekan lalu. Sukses manis juga dikecap oleh Bayern ketika menekuk Bayern Leverkusen 2-0.
Menurut Enrique, tim asuhannya tidak diguncang badai cedera pemain. Hanya saja kesiapan kondisi fisik Jordi Alba mengundang tanda tanya. Full-bek Catalan ini tidak ikut berlatih karena masih harus menjalani masa pemulihan dari cedera. Tempatnya bakal diisi oleh Jeremy Mathieu.
Di kubu Muenchen, David Alaba masih absen, begitu pula dengan Holger Badstuber. Daftar pemain absen bertambah manakala sejumlah pemain andalan FC Hollywood masih dibekap cedera, yakni Sebastian Rode, Arjen Robben dan Franck Ribery. Sementara Robert Lewandowski siap tampil.
Juara Bundesliga itu menghadapi krisis. Guardiola punya pekerjaan rumah untuk menemukan solusi mujarab menekuk Barca, namun hal ini tidak mudah lantaran lawan yang dihadapi memiliki dan mengandalkan agresivitas ketika menggelontorkan serangan.
Pep masih mengandalkan Manuel Neuer masih di bawah gawang untuk menahan laju serangan demi serangan dari trio MSN (Messi, Suarez, Neymar). Akankah Guardiola masih memasang tiga pemain di lini pertahanan? Rafinha atau Xabi Alonso dapat beroperasi sebagai bek tengah menguatkan posisi yang ditempati Jerome Boateng dan Mehdi Benatia.
Jika Philip Lahm mulai beroperasi dari sayap kanan, maka Juan Bernat di sayap kiri. Atau Pep akan lebih memperkokoh lini pertahanan. Pertanyaan berikutnya, apakah Lahm akan berperan sebagai gelandang?
Lewandowski akan dimainkan dan didukung Thomas Mueller dan Mario Goetze. Nama yang terakhir ini mampu berperan sebagai “false nine”. Dan jawaban dari segala tanya itu, Pep dapat keluar dengan formula yang tidak terduga sama sekali karena ia mengetahui bahwa “segala sesuatunya dapat saja terjadi dalam sepak bola”.
Pelatih Barcelona sendiri mengakui laga ini sungguh tidak ringan, namun Ia memandang secara positif. “Saya tahu Pep dan saya tahu dan paham bahwa segala sesuatunya dapat saja terjadi. Ketika kami berlaga di La Liga, kondisi dan tantangannya berbeda.”
“Saya merasa bahwa Bayern di bawah asuhan Guardiola punya gaya tersendiri. Ia mampu menerapkan taktik yang pas dengan racikan tepat. Mereka tampil sebagai salah satu tim terbaik di Eropa. Kami tidak berpikir mengalahkan Pep, kami hanya ingin mengalahkan Beyern, salah satu klub ternama di Eropa.”
“Kuncinya, bertahan dan menyerang. Kami harus mencetak gol dan tidak kebobolan. Ini tidak hanya melulu soal pemain depan dan pemain bertahan. Kami sudah mengurus kedua soal ini. Dukungan penonton sungguh diharapkan bagi penampilan tim. Di sini Bayern bakal menghadpai banyak masalah.”
“Pep tahu apa yang perlu dia kerjakan. Kami sama-sama mengandalkan penguasaan bola. Pertandingan ini menjadi salah satu yang menarik di Eropa. Kami (Guardiola dan saya) sepakat bertemua di Berlin (di ajang final), meski hal ini bisa saja tidak terjadi. Menyenangkan bagi para pemain bersua kembali dengan Pep, meski mereka merasa bahwa pertandingan ini lebih penting.”
Sementara Pep Guardional mengakui merasa sangat istimewa saat kembali menghadapi klub yang pernah ditanganinya selama bertahun-tahun. “Sekarang saya bersama dengan Bayern. Ini pekerjaan yang harus saya lakukan dan selesaikan sebaik mungkin. Ini semi-final Liga Champions dari dua tim terbaik di Eropa. Pertandingan bakal berlangsung tidak mudah.”
“Saya berada di sini untuk empat tahun. Saya berada di sini bukan untuk sekedar ada tetapi bekerja. Sulit menemukan kelemahan di Barcelona. Kami akan coba memaksimalkan kekuatan dan menemukan kelemahan mereka. Para pemain telah berada dan berlatih bersama cukup lama dan saling menjalin pengertian yang baik.”
“Barcelona tahu banyak mengenai saya ketimbang saya tahu mengenai mereka. Mereka dihuni sejumlah pemain bertalenta. Mereka tahu bagaimana saya berpikir meski mereka tidak tahu apa yang dipikirkan para pemain saya. Dengan begitu, saya coba menghadirkan kejutan bagi mereka.”
“Jika kami mengeluh soal kendala cedera pemain, kami tidak akan meraih gelar di ajang Bundesliga, dan tidak akan mencapai semi-final Piala Jerman. Saya tidak akan pernah mengeluhkan soal ini.”
“Messi pemain yang sulit dibendung. Dalam hal ini, anda tidak dapat menghentkan dia. Tidak ada pemain yang mampu menghentikan dia. Ia pemain serba lengkap. Anda hanya harus coba membatasi ruang gerak dia, menghentikan arus bola yang mengalir dan mengarah ke dia. Saya hanya memerlukan bahwa para pemain saya tampil seratus persen.”
Prakiraan susunan kedua pemain:
Barcelona (4-3-3): Ter Stegen (penjaga gawang), Alba, Mascherano, Pique, Alves, Iniesta, Busquets, Rakitic, Neymar, Suarez, Messi
Pemain cadangan: Bravo, Pedro, Rafinha, Adriano, Nartra, Xavi, Sergi, Roberto
Bayern Muenchen (4-2-2-2): Neuer (penjaga gawang), Rafinha, Benatia, Boateng, Bernat, Xabi Alonso, Schweinsteiger, Lahm, Thiago, Mueller, Lewandowski
Pemain cadangan: Reina, Pizarro, Goetze, Martinez, Dante, Gaudino, Weiser. (Herwan_





































